Teriakan Riuh Pecah, Anak-Anak Kedanyang Gresik Serbu Gunungan Raksasa Sedekah Bumi

beritajatim.com
2 jam lalu
Cover Berita

Gresik (beritajatim.com)– Halaman Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, mendadak jadi lautan anak-anak. Sorak sorai, tawa, dan saling dorong pelan mengiringi detik-detik gunungan raksasa setinggi 3 meter itu mulai diserbu.

Ini bukan tawuran. Ini puncak acara Sedekah Bumi Desa Kedanyang yang ditunggu-tunggu warga, terutama para bocah.

Gunungan dari hasil bumi itu berdiri megah di tengah lapangan. Ada tumpukan pisang, jagung, ketela, kelapa, hingga sayur-mayur disusun rapi membentuk kerucut. Simbol rasa syukur warga atas panen dan keselamatan desa selama setahun.

Begitu sesepuh desa memberi aba-aba, ratusan anak langsung berhamburan. Nggak ada yang mau kalah. Yang tinggi mengangkat adiknya, yang kecil merayap dari sela-sela kaki. Dalam hitungan menit, gunungan yang terdiri dari buah-buahan serta sayur-mayur ludes tak tersisa.

“Ayo ambil buah apelnya. Itu punya aku,” teriak Dimas (9) sambil mengambil dengan cepat lalu dibagikan ke teman-temannya. Wajahnya berkeringat tersenyum lebar,” ujarnya, Sabtu (16/5/2026).

Sedekah Bumi di Kedanyang memang beda. Kalau di tempat lain gunungan biasanya diperebutkan orang dewasa, di sini panitia sengaja membuat gunungan raksasa khusus anak-anak serta warga.

Kepala Desa (Kades) Kedanyang Ahmad Mustofa mengatakan, kegiatan tahunan ini digelar sebagai rasa syukur hasil bumi yang melimpah dan keberkahan warga desanya.

“Kami berharap tradisi turun-temurun ini terus dilestarikan supaya warga guyub dan rukun,” katanya.

Camat Kebomas Tri Joko Effendi menuturkan, dirinya mengapresiasi keberadaan tradisi sedekah bumi ditengah era digitalisasi.

“Saya tiga kali hadir di acara ini, sebagai bentuk komitmen pimpinan tingkat kecamatan selama menjabat,” tuturnya.

Sementara itu, Asisten II bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Sekda Kabupaten Gresik, Suprapto menegaskan tradisi sedekah bumi
memiliki nilai gotong royong dan penghormatan terhadap budaya. Sehingga, menjadi momentum sarana mempererat antar warga.

“Pemerintah daerah berkomitmen terus melakukan pembangunan desa. Salah satunya Desa Kedanyang yang mempertahankan tradisi ditengah era modern,” pungkasnya. (dny/ted)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenbud dukung ekosistem sastra lewat festival MIWF 2026
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Cek Harga BBM Pertamina, BP-AKR dan Vivo per 16 Mei 2026
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Heboh Dugaan Grooming Kepala Sekolah ke Siswi, Viral Dulu Baru Dinonaktifkan
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bumbu Dapur RI Jadi Primadona Dunia, Jepang Pembeli Setia
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Omoway Perluas Pasar EV Indonesia Tawarkan Teknologi Modern
• 15 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.