Jakarta, ERANASIONAL.COM – Produsen kendaraan listrik asal Singapura, Omoway, mulai memperkuat ekspansinya di pasar Indonesia melalui peluncuran motor listrik premium OMO-X yang dijadwalkan hadir pada Juni 2026. Kehadiran motor listrik tersebut menjadi langkah awal perusahaan dalam memperluas pasar kendaraan listrik roda dua di Tanah Air sekaligus memperkenalkan konsep ekosistem mobilitas listrik yang lebih terintegrasi.
Untuk menarik minat konsumen pada tahap awal pemasaran, Omoway menawarkan subsidi hingga Rp9 juta bagi masyarakat yang melakukan pemesanan awal atau pre-order OMO-X. Program tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mempercepat penetrasi pasar motor listrik premium yang saat ini mulai berkembang di Indonesia.
OMO-X akan tersedia dalam dua pilihan varian dengan harga off the road mulai Rp44,5 juta hingga Rp61,5 juta. Motor listrik ini hadir dengan desain futuristis yang mengusung konsep kendaraan modern berteknologi tinggi. Salah satu fitur unggulan yang disematkan pada OMO-X adalah penggunaan teknologi double wishbone suspension pada bagian depan. Teknologi tersebut diklaim mampu meningkatkan stabilitas dan kenyamanan berkendara, terutama saat melintasi jalan dengan kondisi tidak rata maupun ketika digunakan untuk perjalanan jarak jauh.
Tidak hanya berfokus pada penjualan kendaraan, Omoway juga mulai membangun ekosistem kendaraan listrik secara menyeluruh di Indonesia. Perusahaan menilai kesiapan layanan purnajual dan infrastruktur pengisian daya menjadi faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik.
General Manager Omoway Indonesia, Yulong Chen, mengatakan perusahaan saat ini lebih mengutamakan pembangunan fondasi bisnis jangka panjang dibanding sekadar mengejar volume penjualan unit kendaraan.
Menurut dia, Omoway ingin memastikan konsumen mendapatkan pengalaman penggunaan kendaraan listrik yang nyaman dan aman sebelum memperluas pasar secara agresif.
“Yang paling penting adalah membangun sistem penjualan, sistem service center, sistem charging, dan membangun nama brand supaya dipercaya pengguna terlebih dahulu,” ujar Yulong Chen di Bogor, Jawa Barat.
Ia menjelaskan, salah satu tantangan terbesar kendaraan listrik roda dua di Indonesia masih berkaitan dengan keterbatasan infrastruktur pengisian daya serta kekhawatiran masyarakat terhadap jarak tempuh kendaraan listrik. Karena itu, Omoway mulai membangun jaringan dealer, pusat layanan servis, hingga charging station di sejumlah wilayah strategis.
Beberapa kota di Pulau Jawa yang menjadi prioritas pengembangan awal antara lain Jakarta, Tangerang Selatan, Sukabumi, dan Bandung. Selain itu, perusahaan juga mulai menyiapkan pengembangan jaringan menuju Bali sebagai bagian dari target perjalanan jarak jauh menggunakan motor listrik.
Omoway menargetkan pengguna OMO-X nantinya dapat melakukan perjalanan dari Jakarta hingga Bali dengan dukungan charging station yang tersedia di sepanjang jalur utama. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun rasa aman dan nyaman bagi pengguna kendaraan listrik, terutama untuk kebutuhan mobilitas harian maupun touring jarak jauh.
Yulong menilai kemampuan motor listrik saat ini sebenarnya sudah cukup kompetitif dibandingkan motor berbahan bakar bensin. Dari sisi performa, kendaraan listrik dinilai mampu memenuhi kebutuhan penggunaan sehari-hari, terutama di wilayah perkotaan.
Selain itu, biaya operasional motor listrik disebut lebih efisien karena pengguna tidak perlu membeli bahan bakar minyak dan biaya perawatan kendaraan cenderung lebih rendah dibanding motor konvensional.
“Sebenarnya motor listrik dan motor bensin itu kemampuannya hampir sama. Motor listrik unggul dalam biaya operasional karena tidak perlu isi bensin dan perawatannya lebih sederhana. Tapi kelemahannya masih di jarak tempuh dan infrastruktur charging station yang belum sebanyak SPBU,” katanya.
Ia menambahkan, perkembangan kendaraan listrik di Indonesia masih memiliki potensi pertumbuhan yang besar seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap efisiensi energi dan penggunaan kendaraan ramah lingkungan. Pemerintah juga terus mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik melalui berbagai insentif dan pengembangan industri pendukung.
Dalam beberapa tahun terakhir, pasar motor listrik nasional mulai menunjukkan pertumbuhan signifikan. Sejumlah produsen lokal maupun merek internasional mulai bersaing menghadirkan kendaraan listrik dengan berbagai segmen harga dan teknologi. Kondisi tersebut membuat persaingan industri kendaraan listrik roda dua diperkirakan semakin ketat pada 2026.
Meski demikian, Omoway melihat peluang pasar Indonesia masih sangat terbuka, terutama untuk segmen motor listrik premium yang menawarkan teknologi modern dan kenyamanan berkendara lebih tinggi.
Selain memperluas jaringan di kota besar, perusahaan juga berencana menjangkau kota-kota kecil secara bertahap seiring meningkatnya kebutuhan kendaraan listrik nasional. Pengembangan tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan pasar dan infrastruktur pendukung.
Omoway menilai bisnis kendaraan listrik merupakan investasi jangka panjang sehingga perusahaan tidak hanya fokus pada penjualan produk, tetapi juga penguatan kualitas layanan dan sumber daya manusia. Karena itu, perusahaan mulai mempersiapkan tenaga teknisi servis hingga tim penjualan untuk mendukung pertumbuhan pasar di Indonesia.
Langkah tersebut dinilai penting agar konsumen mendapatkan layanan yang maksimal setelah pembelian kendaraan. Keberadaan teknisi yang kompeten dan jaringan servis yang memadai dianggap menjadi faktor utama dalam membangun loyalitas pengguna motor listrik di Indonesia.
Dengan strategi pengembangan ekosistem yang lebih menyeluruh, Omoway optimistis OMO-X dapat menjadi salah satu pilihan baru di pasar motor listrik premium nasional. Dukungan infrastruktur charging station, layanan purnajual, serta teknologi kendaraan yang modern diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat terhadap penggunaan kendaraan listrik di masa mendatang.





