Mengenal Tikus Jambul Afrika, Tikus Beracun Paling Mematikan di Dunia

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Tidak semua tikus merupakan hewan pengerat biasa yang hidup di sekitar permukiman manusia.

Di Afrika Timur, terdapat spesies unik bernama tikus jambul Afrika (African crested rat) yang dikenal sebagai salah satu tikus paling mematikan di dunia karena memiliki racun alami pada tubuhnya.

Hewan dengan nama ilmiah Lophiomys imhausi ini memiliki sistem pertahanan yang sangat langka di dunia mamalia. Menurut laporan National Geographic, tikus jambul Afrika mampu memanfaatkan racun dari tumbuhan berbahaya untuk melindungi diri dari predator.

Kemampuan tersebut menjadikannya salah satu mamalia paling unik yang pernah diteliti ilmuwan. Memanfaatkan Racun Tumbuhan Tikus jambul Afrika diketahui menggunakan racun dari tanaman Acokanthera schimperi, tumbuhan beracun yang sejak lama dimanfaatkan masyarakat Afrika untuk berburu.

Berdasarkan penelitian yang dikutip National Geographic, tikus tersebut menggigit dan mengunyah kulit maupun akar tanaman sebelum mengoleskan racun ke bagian bulu khusus di sisi tubuhnya.

Bulu tersebut memiliki struktur menyerupai spons sehingga mampu menyerap dan menyimpan racun. Saat predator menggigit area tersebut, racun dapat masuk ke tubuh dan memicu gangguan serius hingga kematian.

Zat beracun dari tanaman itu diketahui dapat memengaruhi kerja jantung dan dalam dosis tertentu cukup kuat membunuh hewan besar seperti anjing liar. Kemampuan mamalia memanfaatkan racun seperti ini tergolong sangat jarang ditemukan di alam. Memiliki Jambul dan Pola Peringatan Secara fisik, tikus jambul Afrika memiliki ukuran lebih besar dibanding tikus biasa dengan bulu hitam-putih tebal serta jambul panjang di bagian punggung. Ketika merasa terancam, hewan ini akan mengembangkan bulu di sisi tubuhnya untuk memperlihatkan area beracun sebagai peringatan kepada predator.

Tikus jambul Afrika hidup di kawasan hutan dan pegunungan Afrika Timur, termasuk Kenya, Ethiopia, dan Tanzania. Hewan ini juga termasuk nokturnal atau aktif pada malam hari dan cenderung hidup menyendiri sehingga jarang terlihat manusia.

Peneliti menilai kemampuan tikus jambul Afrika menunjukkan bahwa sebagian mamalia memiliki sistem pertahanan yang jauh lebih kompleks dibanding yang selama ini dipahami.

Berbeda dengan tikus biasa yang berbahaya karena menyebarkan penyakit, tikus jambul Afrika justru mematikan karena racun pada bulunya. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Mengenal Hewan Karnivora: Si Pemangsa yang Jaga Ekosistem-Serius Ini Hewan?


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Sebut Stok Pangan dan Energi Indonesia Aman di Tengah Gejolak Global
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Prabowo Tiba di Museum dan Rumah Singgah Marsinah
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Respons Anies Baswedan Terkait Putusan MK soal Ibu Kota Negara
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Jepang dan Qatar Ketar-ketir? John Herdman Klaim Timnas Indonesia Jadi Momok di Piala Asia 2027
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Menengok Kondisi Rumah Lawan Covid di Tangsel: Dulu Rawat Banyak Jiwa, Kini Tinggal Puing
• 10 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.