Inovasi Pangan-Energi Ini Bikin Prabowo Gembira: Bukan Pura-Pura, Negara-Negara Panik karena Krisis

tvonenews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Berbagai inovasi di bidang pangan dan energi, khususnya yang dinilai dapat memperkuat ketahanan nasional di tengah ancaman krisis global, ternyata membuat Presiden Prabowo Subianto senang.

Hal itu terlihat saat Prabowo memberikan sambutan pada groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri dan peluncuran operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/05/2026).

“Saya gembira. Bukan saya pura-pura. Saya lega. Kenapa? Karena dunia krisis energi, negara-negara panik," ucap Presiden dikutip

"Sekarang saya dikasih tahu, ‘Pak tenang, kita bisa bikin briket arang dari tongkol jagung.’ Waduh, luar biasa. Tadinya tongkol itu dibuang, ya. Sekarang bisa jadi sumber energi. Luar biasa,” tambahnya.

Prabowo menilai pemanfaatan tongkol jagung menjadi briket arang merupakan terobosan penting. Ia menyebut inovasi tersebut menunjukkan Indonesia memiliki sumber daya manusia yang kreatif, inovatif, dan tangguh menghadapi tantangan.

“Di tengah krisis, Indonesia punya putra-putri yang inovatif, yang tidak menyerah, yang berani mencari ilmu. Karena kalian dekat sama rakyat, kalian dekat, kalian dekat sama kampus, kalian dekat sama insinyur, sarjana-sarjana itu, makanya kalian tahu. Ini luar biasa,” katanya.

Menurut Presiden, sektor pangan memiliki peran strategis bagi masa depan bangsa. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga dan meningkatkan produksi pangan dinilai penting bagi kedaulatan negara.

“Pangan adalah strategis. Apapun yang kau buat untuk mengamankan dan meningkatkan produksi pangan kita, itu berarti anda mengamankan masa depan kita, kedaulatan kita,” lanjutnya.

Selain inovasi briket arang dari tongkol jagung, Prabowo juga menyoroti pengembangan pupuk berbahan batu bara kalori rendah. Ia menilai inovasi tersebut dapat memperkuat kemandirian pertanian nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk impor.

“Begitu kita lepas dari ketergantungan pupuk dari luar negeri, kita menjadi sangat kuat. Saya minta ini diimplementasi, konsep temuan bagus,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan produk-produk inovatif tersebut nantinya dapat disalurkan kepada masyarakat melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Langkah itu disebut sebagai bagian dari upaya pemerintah menyediakan kebutuhan masyarakat dengan harga yang terjangkau.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IPC TPK Panjang Tambah Crane Baru, Kapasitas Bongkar Muat Naik 24 Persen
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Update Jadwal Pencairan BLT Dana Desa Rp300 Ribu, Ini Kriteria Penerima dan Cara Pencairannya
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Guyon Prabowo soal Dolar Naik: Mbak Titiek yang Pusing Ini
• 22 jam laludetik.com
thumb
Pengumuman! Tidak Ada CFD di Jalan Rasuna Said Minggu Pagi Ini
• 6 jam laludetik.com
thumb
Iran Susun Skema Rute Khusus dengan Pengenaan Biaya di Selat Hormuz
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.