Wegovy Berpotensi Turunkan Risiko Migrain hingga Depresi pada Perempuan Menopause

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Obat anti-obesitas berbahan aktif semaglutide kembali menjadi perhatian dunia kesehatan. Data penelitian dalam European Congress on Obesity (ECO) 2026 menunjukkan, selain membantu menurunkan berat badan, terapi semaglutide juga berpotensi menekan risiko migrain, depresi, hingga penyakit jantung pada perempuan menopause dengan obesitas.

Temuan tersebut dipresentasikan oleh Novo Nordisk melalui serangkaian studi klinis dan real-world yang dipublikasikan media farmasi internasional Drug Topics⁠.

Baca Juga :
Tren Baru Pengobatan Diabetes dan Obesitas, dari Suntik Beralih ke Pil
Lawan Food Noise, Inovasi Medis Ini Bantu Penderita Obesitas Turunkan Berat Badan

Group Vice President dan Head of Global Medical Affairs Novo Nordisk, Mette Thomsen mengatakan, salah satu hasil yang paling menjadi sorotan datang dari studi terhadap lebih dari 34 ribu perempuan menopause di Amerika Serikat.

"Dalam penelitian tersebut, perempuan yang menggunakan Wegovy, produk berbahan aktif semaglutide, mengalami risiko migrain 42-45 persen lebih rendah dibanding kelompok yang hanya menjalani terapi hormon menopause," kata Thomsen dalam keterangannya, Sabtu, 16 Mei 2026.

Perusahaan Novo Nordisk.
Photo :
  • Istimewa

Efek tersebut mulai terlihat sekitar enam bulan setelah penggunaan dan bertahan sepanjang periode penelitian. Tak hanya itu, penelitian juga menunjukkan pengguna semaglutide memiliki risiko depresi 25 persen lebih rendah, dibanding kelompok terapi hormon menopause saja.

"Temuan ini menarik perhatian para peneliti karena obesitas selama ini diketahui menjadi salah satu faktor risiko utama migrain kronis yang lebih banyak dialami perempuan," ujarnya.

Selain dampak terhadap kesehatan mental dan neurologis, data dari uji klinis STEP UP juga menunjukkan penurunan berat badan yang signifikan pada perempuan di berbagai fase menopause.

Dalam studi tersebut, perempuan pramenopause dengan obesitas yang menggunakan semaglutide dosis 7,2 mg mengalami penurunan berat badan rata-rata hingga 22,6 persen dalam 72 minggu.

"Lebih dari 41 persen peserta bahkan berhasil menurunkan berat badan hingga 25 persen atau lebih," kata Thomsen.

Sementara itu, perempuan perimenopause dan pascamenopause mengalami penurunan berat badan masing-masing sebesar 19,7 persen dan 19,8 persen.

Penurunan lingkar pinggang juga terjadi secara signifikan di seluruh kelompok peserta.

Peneliti menyebut hal itu menjadi indikator berkurangnya lemak visceral atau lemak berbahaya di area perut yang berkaitan dengan risiko metabolik dan penyakit jantung.

"Dalam analisis lain dari uji SELECT, perempuan menopause dengan obesitas dan penyakit jantung yang menggunakan semaglutide juga tercatat mengalami penurunan risiko serangan jantung, stroke, hingga kematian akibat penyakit kardiovaskular," ujarnya.

Baca Juga :
Ahli Ungkap Obesitas Perlu Ditangani dengan Pendampingan
Dokter Tirta Wanti-wanti Bahaya Main HP Sebelum Tidur, Bukan Cuma Ganggu Kualitas Tidur!
Obesitas Makin Mengkhawatirkan, Dokter Mulai Gunakan Metode Ini

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal SIM Keliling Sabtu 16 Mei 2026 di Jakarta, Bogor, Bekasi dan Bandung
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Aktor Sub Nasional dan Paradiplomasi di Indonesia
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Naik Moge Tanpa Helm, Gerindra Beri Sanksi Teguran Tertulis untuk Ketua DPRD Kepulauan Riau
• 16 jam laluliputan6.com
thumb
SMA Al Hikmah Surabaya Perkuat Jejaring Global Lewat Kunjungan ke NUS, NTU, dan USIM
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Harga Emas Antam Anjlok Rp50.000 Hari Ini, Jadi Rp2.769.000 Per Gram
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.