WASHINGTON, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan dirinya tidak ingin terlibat perang dengan China jika Taiwan mendeklarasikan kemerdekaan. Dia berharap China dan Taiwan dapat menyelesaikan persoalan tanpa konflik.
Meskipun demikian, Trump menegaskan sikap AS mengenai isu Taiwan tidak berubah setelah kunjungannya ke Beijing pada Kamis (14/5/2026) dan Jumat (15/5/2026).
"Saya akan mengatakan ini, saya tidak mau jika seseorang mendeklarasikan kemerdekaan dan kami harus menempuh jarak 9.500 mil untuk berperang," kata Trump dalam wawancara bersama Fox News, seperti dilansir TASS, Sabtu (16/5/2026).
"Saya ingin mereka (Taiwan) tetap tenang. Saya ingin China tetap tenang."
Baca Juga: Xi Jinping Disebut Peringatkan Trump soal Taiwan, Rubio Tegaskan Sikap AS Tak Berubah
Taiwan diketahui membentuk pemerintahan sendiri sejak 1949. Pemerintah China secara resmi mengeklaim Taiwan sebagai wilayahnya.
Sedangkan AS mengakui prinsip satu-China dan telah memutus hubungan diplomatik dengan Taiwan sejak 1979. Namun, Washington terus berhubungan dengan Taipei dan memasok senjata ke pulau yang memiliki pemerintahan sendiri tersebut.
Isu Taiwan diketahui turut dibahas dalam pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing.
Dalam pertemuan tersebut, Xi bahkan memperingatkan Trump bahwa salah penanganan dalam isu Taiwan bisa berujung konflik antara China dan AS.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : TASS, Xinhua
- taiwan
- donald trump
- kemerdekaan taiwan
- kunjungan trump ke china
- china taiwan
- Xi jinping





