Polisi menangkap seorang pria berinisial RD (29), karena tega melakukan menganiaya anak kandungnya yang masih berumur dua tahun. Bayi laki-laki malang ini dianiaya hingga badannya penuh bekas luka sundutan rokok dan gigitan.
Bahkan kaki kanannya terdapat bekas siraman air panas. Rentetan kekerasan yang dialami bayi ini terjadi di kediamannya di wilayah Korong Gadang, Kacamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).
Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol M Yasin, mengatakan aksi kekerasan yang dilakukan pelaku berlangsung kurang lebih satu bulan. Pelaku melakukannya saat istrinya tidak di rumah.
"Anak yang menjadi korban ini sudah mengalami kekerasan fisik kurang lebih satu bulan," kata Yasin, Minggu (17/5).
Selain bekas luka di sekujur tubuh, mata bayi ini juga memerah. Ada memar pada bagian alat vitalnya.
Yasin menyebutkan pelaku mengaku menyundutkan rokok kepada korban, menggigit, hingga menyiram air panas.
"Dari keterangan (pelaku) disampaikan dalam pemeriksaan, benar seperti itu," ujarnya.
Bayi tersebut saat ini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Padang.
Polisi belum menjelaskan lebih lanjut mengenai status sang ayah. Namun dari foto yang diterima kumparan, RD sedang digiring polisi ke dalam sel.
Dipicu Ekonomi dan Pengaruh AlkoholYasin menambahkan, kekerasan yang dilakukan pelaku diduga dipicu faktor ekonomi dan pengaruh alkohol.
"Motif pelaku karena ekonomi dan alkohol," ungkapnya.
Polisi masih mendalami keterangan pelaku, termasuk dari tetangga.
TangisanTangisan korban menjadi awal terungkapnya kasus ini. Suara bayi itu terdengar oleh tetangga. Mereka kemudian membawa paksa anak tersebut dan melaporkan ke polisi.
"Bayi ini awalnya menangis terus di rumahnya. Tetangga yang curiga mendatangi, lalu membawa paksa bayi ini dan mengantarkannya ke kami," kata Perwira Samapta I Polresta Padang, Ipda Ghifari Iman Sanika.
Korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang. Ghifari membagikan kondisi bayi tersebut dan mendapat banyak simpati masyarakat.
"Jadi sebelumnya, tetangga tidak tahu apa yang dialami anak ini, karena jarang sekali dibawa keluar rumah. Ibunya juga tidak bercerita, karena mendapat ancaman," tambahnya.





