Mohamed Salah Penyerang Liverpool menyampaikan kekecewaannya terhadap performa The Reds musim ini. Penyerang asal Mesir itu menegaskan Liverpool harus kembali menjadi tim menyerang yang ditakuti lawan, dan konsisten meraih trofi.
Hal itu disampaikan Salah, menyusul kekalahan Liverpool dari Aston Villa dengan skor 4-2, Sabtu (16/5/2026) kemarin. Dari hasil itu, The Reds harus turun ke posisi lima klasemen Liga dengan perolehan 59 poin dari 37 laga, unggul empat poin dari Bournemouth di bawahnya yang baru memainkan 36 laga.
“Saya telah menyaksikan klub ini berubah dari yang diragukan menjadi percaya diri, lalu dari yang percaya diri menjadi juara. Semua itu butuh kerja keras dan saya selalu melakukan segalanya untuk membantu klub mencapai titik itu. Tidak ada yang membuat saya lebih bangga daripada hal tersebut,” ujar Salah lewat unggahan instagramnya @mosalah.
Ia mengaku sangat kecewa melihat Liverpool kembali menelan kekalahan musim ini. Menurutnya, hasil tersebut tidak pantas diterima para suporter Liverpool.
“Kami kembali terpuruk dengan kekalahan musim ini, itu sangat menyakitkan dan bukan hal yang pantas diterima para penggemar kami,” katanya.
Salah menilai Liverpool harus kembali menemukan identitas permainan mereka sebagai tim dengan gaya menyerang agresif yang menakutkan bagi lawan-lawannya.
“Saya ingin melihat Liverpool kembali menjadi tim menyerang bergaya heavy metal yang ditakuti lawan dan kembali menjadi tim yang memenangkan trofi. Itulah sepak bola yang saya tahu cara memainkannya dan itulah identitas yang harus dipulihkan serta dipertahankan selamanya,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa identitas permainan tersebut tidak bisa ditawar lagi dan seluruh pemain yang bergabung ke Liverpool harus mampu beradaptasi dengan filosofi klub.
“Itu tidak bisa dinegosiasikan dan semua orang yang bergabung dengan klub ini harus beradaptasi dengannya,” lanjut Salah.
Salah menegaskan bahwa Liverpool tidak boleh puas hanya dengan memenangkan beberapa pertandingan saja. Sebab, menurutnya, klub sebesar Liverpool harus selalu bersaing meraih gelar.
“Memenangkan beberapa pertandingan di sana-sini bukanlah tujuan Liverpool. Semua tim bisa memenangkan pertandingan,” ujarnya.
Adapun musim 2025-2026 merupakan musim terakhir Salah membela Liverpool. Meski demikian, Salah memastikan Liverpool akan selalu memiliki tempat spesial bagi dirinya dan keluarganya. Ia berharap The Reds terus sukses meski suatu saat dirinya sudah meninggalkan klub.
“Liverpool akan selalu menjadi klub yang sangat berarti bagi saya dan keluarga saya. Saya ingin melihat klub ini sukses jauh setelah saya pergi nanti,” kata Salah.
Di akhir pernyataannya, Salah menegaskan target minimum Liverpool musim ini adalah lolos ke Liga Champions musim depan.
“Seperti yang selalu saya katakan, lolos ke Liga Champions musim depan adalah target minimal dan saya akan melakukan segala yang saya bisa untuk mewujudkannya,” pungkasnya. (bil/iss)




