Gemerlap dan Kebahagiaan di Surabaya Vaganza

kompas.id
7 jam lalu
Cover Berita

Setelah susah payah melewati kerumunan penonton di perempatan Siola, para pemain egrang yang berasal dari Kelurahan Jambangan akhirnya tiba di lokasi yang ditentukan. Anak-anak pegiat permainan tradisional tersebut akan menjadi bagian dari Surabaya Vaganza 2026 yang diselenggarakan dalam rangka HUT Ke-733 Kota Surabaya, Sabtu (17/5/2026) sore hingga malam.

Dengan sebagian besar anggota adalah anak-anak dan remaja, mereka menunjukkan kemahiran memainkan egrang di hadapan ribuan penonton. Lampu LED warna-warni melilit di batang bambu. ”Ayo-ayo dinyalakan lampunya,” ujar salah satu pembina.

Salah seorang pemain egrang, Bagas Akbar (14), mengaku bangga bisa ikut jadi bagian pawai bersama teman-temannya. ”Kami telah berlatih selama tiga minggu untuk kegiatan ini. Saya cukup senang. Saya baru pertama kali ikut, sementara teman-teman telah berkali-kali,” ujar Bagas.

Bagi warga, Surabaya Vaganza 2026 adalah peristiwa yang tidak boleh dilewatkan. Banyak penonton yang hadir datang dari luar Surabaya. Mereka rela menunggu berlama-lama untuk menyaksikan parade tersebut.

Berbeda dari tahun sebelumnya yang digelar siang hari, Surabaya Vaganza tahun ini diselenggarakan pada malam hari. Ajang bertema ”Festival of Lights, Garden of Hope” ini diikuti 35 tim peserta dari jajaran instansi Pemerintah Kota Surabaya, perguruan tinggi, pelajar, instansi swasta, pelaku seni, serta elemen masyarakat lainnya. 

Salah seorang warga, Krisman, melihat kegiatan kali ini cukup berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. ”Sepertinya baru kali ini digelar malam hari. Saya sendiri tidak pernah absen untuk melihat Surabaya Vaganza, kapan lagi bisa menikmati suguhan yang bagus seperti ini,” ujar Krisman yang datang ditemani istrinya.

”Saya berharap, di hari jadinya, Surabaya lebih baik lagi, lebih tertib, lancar lalu lintasnya, dan jalan-jalan yang saat ini banyak yang bergelombang segera diperbaiki,” tambah Krisman di tengah menunggu waktu dimulainya acara.

Sesaat peserta melintas satu per satu, penonton yang berada di pinggir jalan bersorak-sorai. Mobil hias yang berbalut bunga-bunga dengan cahaya warna-warni serta iringan musik kekinian menambah semarak suasana.

Pemain egrang. (KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA)

Mohil hias bertema kereta kencana. (KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA)

Melintasi Jalan Tunjungan. (KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA)

Walau berlangsung cukup meriah, banyak penonton harus kecewa. Perbedaan jarak yang jauh antara satu peserta dan peserta lainnya membuat banyak penonton bosan menunggu. Terlebih cahaya yang kurang merata di jalan-jalan yang dilewati kurang memaksimalkan keindahan bunga. Jalan kosong yang lengang akhirnya dimanfaatkan anak-anak sebagai tempat bermain.

Di tengah kemeriahan Surabaya Vaganza dengan gemerlap cahaya dan pertunjukannya, sebuah pekerjaan rumah terus menunggu pemerintahnya, yaitu tetap menjaga Surabaya menjadi kota yang layak huni dengan segala fasilitas pendukungnya.

Baca JugaJalan-jalannya ke Tunjungan, Istirahatnya di Kampung Ketandan
Baca JugaSurabaya, Kota Kenangan dan Harapan yang Tak Terlupa
Baca JugaSurabaya Berhias Sambut Imlek

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Weekend Reset Jadi Tren Baru Anak Muda, Ini Manfaatnya untuk Mental
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
UU Kesehatan Digugat Dharma Pongrekun, Kemenkes Beri Respons Menohok
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Merajut Ketahanan Energi RI di Tengah Pusaran Ketidakpastian Geopolitik Dunia
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Heboh! Calvin Dores Ngaku Rela Jual Mata Demi Bertahan Hidup
• 10 jam laluintipseleb.com
thumb
Media Korea: Megawati Hangestri Opsi Kedua Hillstate Setelah Gagal Pertahankan Outside Hitter Jepang
• 12 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.