Hubungan UEA-Iran Memanas, Abu Dhabi Bantah Terlibat Agresi AS dan Israel

wartaekonomi.co.id
10 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Hubungan antara Uni Emirat Arab dan Iran kembali memanas setelah Abu Dhabi membantah tuduhan Teheran yang menyebut UEA terlibat aktif dalam agresi bersama Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah.

Pemerintah UEA bahkan menegaskan memiliki hak penuh untuk melakukan perlawanan terhadap ancaman Iran, termasuk secara diplomatik maupun militer.

Baca Juga: Diakui Sebagai Penjaga Stabilitas Pangan! Indonesia Kebanjiran Surplus Pupuk

Menteri Negara di Kementerian Luar Negeri UEA, Khalifa bin Shaheen Al Marar, pada Jumat (15/5/2026) menolak keras tuduhan Iran yang menyebut Abu Dhabi menjadi bagian dari konflik regional.

“UEA berhak sepenuhnya atas kedaulatan, hukum, diplomatik, dan militernya untuk menghadapi setiap ancaman, klaim, atau tindakan permusuhan,” kata Marar seperti dikutip AFP.

Ia menegaskan UEA tidak membutuhkan perlindungan negara lain dalam menghadapi ancaman keamanan.

“UEA tidak mencari perlindungan dari siapa pun dan mampu mencegah agresi,” ujarnya.

Pernyataan keras Abu Dhabi muncul setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuding UEA terlibat aktif dalam agresi yang dipicu serangan AS dan Israel.

Dalam pertemuan BRICS di New Delhi, Kamis (14/5/2026), Araghchi secara terbuka menyebut UEA sebagai mitra agresi terhadap Iran.

“UEA adalah mitra aktif dalam agresi ini, tidak diragukan lagi,” kata Araghchi melalui unggahan di Telegram yang juga dimuat kantor berita negara Iran, IRNA.

Araghchi mengklaim dirinya telah memperingatkan pejabat UEA bahwa Israel dan AS tidak mampu menjamin keamanan negara Teluk tersebut.

Ia juga menyinggung keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah UEA yang disebut sudah membawa konsekuensi keamanan bagi Abu Dhabi.

Namun UEA membalas tuduhan tersebut dengan menyebut negaranya justru menjadi sasaran serangan Iran secara berulang.

Menurut pemerintah UEA, Iran telah melancarkan sekitar 3.000 serangan menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone terhadap wilayah mereka.

Marar menegaskan negaranya memiliki hak penuh untuk mempertahankan integritas wilayah dan melindungi seluruh warga maupun penduduk asing di UEA.

“UEA berhak sepenuhnya dan secara sah untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayahnya untuk memastikan perlindungan warga negara, penduduk, dan pengunjungnya,” katanya.

Ketegangan terbaru ini memperlihatkan meningkatnya rivalitas geopolitik di kawasan Teluk di tengah memanasnya konflik Timur Tengah yang turut melibatkan AS, Israel, dan Iran.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Populer: Prabowo Tanggapi Rupiah Melemah; Klaim Pangan RI Aman
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Sidang Isbat Idul Adha 2026 Digelar Hari Ini, Berikut Titik Pantau Hilal di Jakarta
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Soal Emisi Gas Metana, Kenneth DPRD DKI Desak Revolusi Pengelolaan Sampah
• 22 jam laludetik.com
thumb
Horor! Puluhan Lubang Raksasa Muncul dan Mendadak Ambles, Rumah Warga Ambruk dan Hancur 
• 6 jam laluerabaru.net
thumb
Nongkrong di Perimeter Soetta Diakui Tak Boleh, tapi Warga Tetap Datang
• 23 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.