Efek Kirab Mahkota Binokasih di Bandung Tak Main-Main, Dedi Mulyadi Sampai Ucapkan Permintaan Maaf

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Bandung benar-benar berubah jadi lautan manusia saat Kirab Mahkota Binokasih digelar pada Sabtu malam, 16 Mei 2026. Ribuan warga tumpah ruah memenuhi jalanan hingga membuat suasana kota nyaris lumpuh total. Di tengah euforia budaya yang luar biasa itu, Dedi Mulyadi bahkan sampai menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat karena dampak kemacetan yang terjadi.

Kirab Kirab Mahkota Binokasih Bandung sendiri menjadi acara puncak rangkaian festival budaya kolosal Milangkala Tatar Sunda 2026. 

Setelah sebelumnya diarak melintasi delapan kota dan kabupaten di Jawa Barat sejak awal Mei, Mahkota Binokasih akhirnya tiba di Bandung sebagai destinasi terakhir sekaligus penutup prosesi napak tilas sejarah Pajajaran.

Parade budaya dimulai pukul 19.30 WIB dari Kiara Artha Park, melewati Jalan Jakarta dan Jalan WR Supratman, lalu berakhir di kawasan Gedung Sate dan Jalan Diponegoro dengan total rute mencapai 3,5 kilometer.

Momen paling mencuri perhatian tentu saat Dedi Mulyadi memimpin langsung kirab dengan menunggangi kuda putih sambil mengenakan pakaian serba putih. 

Kehadirannya langsung disambut antusias ribuan warga yang memadati sepanjang jalur protokol.

Melalui unggahan Instagram pada 17 Mei 2026, Dedi Mulyadi mengaku terkejut melihat besarnya antusias masyarakat terhadap acara budaya tersebut.

“Assalamualaikum, sampurasun wilujeng enjing wargi Jabar dan seluruh warga net dimanapun berada. Terima kasih ya, tadi malam Kirab Mahkota Binokasih, napak tilas Pajajaran, Bandung menjadi lautan pecinta budaya,” ucap Dedi Mulyadi.

Ia bahkan mengaku kesulitan memperkirakan jumlah warga yang hadir karena hampir seluruh ruas jalan dipenuhi masyarakat.

“Saya enggak bisa mengatakan jumlah yang hadir karena saya tidak bisa menghitung, 3 KM tidak ada sejengkal tanah pun yang kosong dari warga,” kata Dedi Mulyadi.

Menurutnya, warga yang datang bukan hanya berasal dari Bandung dan Jawa Barat saja, tetapi juga dari berbagai daerah lain yang memiliki semangat mencintai budaya Sunda.

“Ada warga Bandung dan ada warga Jabar, ada warga Indonesia dan bisa jadi ada warga dunia yang kumpul. Dan ini cermin bahwa ini punya spirit yang sama, kita kembali pada jati diri kita bahagia dalam setiap masa,” ujar Dedi Mulyadi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tren Super App Merambah Industri Mal-Hotel Jogja, Bisa Belanja di Satu Aplikasi
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Gunung Dukono Erupsi Hari Ini, Kolom Abu Capai Ketinggian 3.200 Meter
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Xabi Alonso Sepakat Menjadi Pelatih Baru Chelsea
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Klarifikasi Dedi Mulyadi soal Sekolah Maung saat Tahu Siswa SMAN 5 Bandung Salah Paham: Itu Istilah
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Pendaftaran Bintara TNI AU 2026 Gelombang 2 Dibuka! Ini Link Pendaftarannya
• 20 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.