Dua Pekerja Kampanye Capres Sayap Kanan Kolombia Dibunuh Jelang Pemilu

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bogota: Dua pekerja kampanye dari calon presiden sayap kanan Kolombia, Abelardo de la Espriella, tewas ditembak di wilayah tenggara negara itu menjelang pemilihan presiden yang akan digelar akhir bulan ini.

Partai Pembela Tanah Air, partai pengusung de la Espriella, menyebut insiden tersebut terjadi pada Jumat malam waktu setempat di daerah pedesaan Cubarral, Provinsi Meta.

Kedua korban diidentifikasi sebagai Rogers Mauricio Devia dan Fabian Cardona.

“Empat pria bertopeng yang mengendarai sepeda motor mencegat mereka dan melepaskan tembakan,” demikian pernyataan partai, dikutip dari TRT World, Minggu, 17 Mei 2026.

Devia diketahui merupakan mantan Wali Kota Cubarral sekaligus koordinator kampanye lokal de la Espriella. Sementara Cardona bertugas menangani logistik kampanye.

Keduanya dilaporkan diserang saat perjalanan pulang dari Villavicencio dengan membawa materi kampanye menggunakan sepeda motor.

Menanggapi kejadian tersebut, de la Espriella mengecam keras pembunuhan dua anggota tim kampanyenya. “Mereka dibunuh secara pengecut dan keji,” ujar de la Espriella dalam pernyataan video.

Hingga kini, otoritas Kolombia belum menetapkan pihak yang bertanggung jawab atas penembakan tersebut. Pemilu Kolombia Namun, de la Espriella menuding kelompok pembangkang mantan gerilyawan FARC berada di balik serangan itu, meski belum menyertakan bukti atas tuduhannya.

De la Espriella saat ini berada di posisi kedua dalam sejumlah survei menjelang putaran pertama pemilihan presiden Kolombia pada 31 Mei mendatang. Ia bersaing dengan kandidat sayap kiri Ivan Cepeda dalam kontestasi politik yang berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan keamanan.

Dalam kampanyenya, de la Espriella menjanjikan pendekatan keras terhadap kelompok gerilyawan, geng kriminal, dan jaringan narkotika. Ia bahkan menyatakan akan mengebom kamp pemberontak serta menghidupkan kembali kebijakan penyemprotan udara untuk memberantas ladang koka.

Sebelumnya, de la Espriella juga mengklaim terdapat rencana pembunuhan terhadap dirinya menggunakan penembak jitu yang disebut melibatkan oknum intelijen pemerintah.

Kolombia dijadwalkan menggelar pemungutan suara putaran pertama pada 31 Mei. Jika tidak ada kandidat yang meraih lebih dari 50 persen suara, pemilu putaran kedua akan berlangsung pada 21 Juni.

Baca juga:  Presiden Kolombia Kunjungi Venezuela, Pertama Sejak Penangkapan Maduro


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Program Prabowo Resmi Jalan, 126 Koperasi Desa di Gresik Siap Gerakkan Ekonomi
• 19 jam laluberitajatim.com
thumb
Kapolri Sebut 100 Ton Jagung Hasil Panen Polri Bakal Diekspor ke Malaysia
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Rupiah Diproyeksi Tembus Rp17.800 per Dolar AS Pekan Depan
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Hukum sepekan, Nadiem dituntut penjara hingga Pigai soal nobar film
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Loteng, Garis Batas, dan Kamar bagi Diri Sendiri
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.