Harga Emas Diprediksi Bergerak di Rp 2,69-Rp 2,88 Juta, Saat Tepat untuk Beli?

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga emas atau logam mulia diprediksi bergerak di kisaran Rp 2,7 juta hingga Rp 2,8 juta per gram pada pekan depan. Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyampaikan, pergerakan harga emas yang cenderung turun dinilai menjadi waktu yang tepat untuk mengoleksi atau berinvestasi pada komoditas safe haven tersebut saat harganya relatif murah.

Ibrahim mencatat harga emas dunia pada Sabtu pagi ditutup di level 4.538 dolar AS per troy ons, sedangkan harga logam mulia berada di posisi Rp 2,77 juta per gram.

Baca Juga
  • Harga Emas Antam Anjlok, Hari Ini Turun Rp50 Ribu per Gram
  • Emas Kini Lebih Terjangkau: Simak Perincian Harga Terbaru dari Tiga Jenama Terkenal
  • Harga Emas Antam Hari Ini Tetap Rp 2,839 Juta per Gram

Ia memproyeksikan, secara teknikal, jika mengalami pelemahan, level support pertama emas dunia berada di 4.444 dolar AS per troy ons, sedangkan level support kedua berada di 4.307 dolar AS per troy ons.

Adapun harga logam mulia, jika mengalami pelemahan, level support pertamanya berada di Rp 2,75 juta per gram dan level support kedua di Rp 2,69 juta per gram.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Sementara itu, jika harga emas atau logam mulia mengalami kenaikan, level resistance pertama berada di 4.639 dolar AS per troy ons dan level resistance kedua di 4.800 dolar AS per troy ons.

Untuk harga logam mulia, level resistance pertama diperkirakan sebesar Rp 2,79 juta per gram dan level resistance kedua berada di Rp 2,88 juta per gram.

“Jadi, untuk mencapai level Rp 2,9 juta per gram kemungkinan sangat berat,” kata Ibrahim dalam keterangan suara kepada wartawan, Ahad (17/5/2026).

Di samping itu, indeks dolar AS diprediksi dalam perdagangan pekan depan akan melebar dengan level support di posisi 97,30 dan level resistance sebesar 101,10.

Sementara harga minyak mentah masih menguat. Harga WTI crude oil diprediksi memiliki level support di 91,60 dolar AS per barel dan level resistance di 110,60 dolar AS per barel.

Artinya, harga minyak dan indeks dolar AS masih akan menguat pada pekan depan, sedangkan harga emas diprediksi cenderung fluktuatif.

“Apa yang memengaruhi pergerakan indeks dolar, harga emas dunia, dan logam mulia? Pertama, secara geopolitik kita melihat bahwa dalam pertemuan di China, Presiden AS Donald Trump berulang kali menginginkan adanya kesepakatan. Bukan kesepakatan sepihak, tetapi kesepakatan bersama untuk membuka Selat Hormuz,” kata Ibrahim.

Trump diketahui mengklaim Presiden China Xi Jinping setuju Iran harus membuka Selat Hormuz yang tengah diblokade Iran. AS juga menyatakan jika sudah ada kesepakatan, tidak akan lagi melakukan serangan terhadap Iran.

Namun, belum ada kepastian apakah Iran akan membuka kesepakatan baru dengan AS atau tidak. Ibrahim menuturkan kondisi tersebut menunjukkan kemungkinan besar Israel akan melakukan penyerangan terhadap Iran.

“Jika Iran berperang dengan Israel dan Selat Hormuz sudah dibuka, ini akan membuat harga emas dunia atau logam mulia mengalami penguatan. Tetapi kalau AS masih ikut campur, kemudian Iran masih memblokade Selat Hormuz, ini akan berbalik. Harga emas dunia atau logam mulia akan mengalami penurunan. Kita tinggal melihat situasi dan kondisi ke depan,” terangnya.

Sementara itu, lanjut dia, peperangan masih terjadi di Lebanon Selatan akibat serangan yang dilakukan Israel terhadap wilayah yang dikuasai Hizbullah, proksi dari Iran. Kondisi tersebut turut menjadi faktor geopolitik yang memengaruhi fluktuasi harga emas.

Faktor lainnya adalah perang dagang. Ibrahim menuturkan pertemuan antara Xi Jinping dan Donald Trump cukup membuahkan hasil yang mengindikasikan adanya solusi atas perang dagang.

Di antara hasil kesepakatan tersebut adalah China akan membeli hasil pertanian AS, minyak AS, dan pesawat Boeing dari AS.

“Artinya ini membuat kemungkinan besar perang dagang sedikit mereda antara AS dan China. Ini akan menenangkan pasar,” ujarnya.

Faktor selanjutnya adalah kebijakan Bank Sentral AS di tengah Kevin Warsh yang kini menjabat sebagai Gubernur The Fed.

Ibrahim mengatakan inflasi di AS cukup tinggi akibat perang yang menyebabkan harga gasoline mengalami kenaikan signifikan dan berdampak terhadap harga pangan di AS.

“Jajak pendapat di AS menunjukkan 60 persen kemungkinan besar Bank Sentral AS akan menaikkan suku bunga pada tahun ini. Artinya, kemungkinan besar suku bunga tinggi masih akan terus berlaku, walaupun dalam kepemimpinan Kevin Warsh didukung oleh Trump. Kenapa? Karena inflasi cukup tinggi,” jelasnya.

Trump bahkan mengatakan jika perang di Timur Tengah selesai dan Selat Hormuz dibuka, inflasi akan kembali berada di bawah 2 persen. Artinya, jika hal itu benar terjadi, kemungkinan Bank Sentral AS akan kembali menurunkan suku bunga.

“Ada ketakutan bahwa penguatan indeks dolar dan menguatnya harga minyak mentah dunia akan berdampak terhadap Bank Sentral global yang kemungkinan besar akan menaikkan suku bunga secara berjamaah. Ini yang membuat harga emas kemungkinan besar akan tergelincir,” ujar Ibrahim.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Liburan ke Bogor? Ini 5 Tempat Wisata yang Jangan Sampai Dilewatkan-Gaya Hidup
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Turki lanjutkan pembicaraan soal pengadaan jet F-35 dengan AS
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Sahroni Sentil Stigma Klub Moge: Jangan Cuma Konvoi
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Lintasarta Dorong Keamanan Siber sebagai Strategi Inti Ketahanan Perbankan di Era Digital
• 8 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Modus Baru Penipuan Missed Call Makan Banyak Korban, Begini Cirinya
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.