Terlibat aktivitas seni budaya perlambat penuaan biologis

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kebisaan menjalani aktivitas seni dan budaya dikaitkan berpotensi memperlambat penuaan biologis, menurut sebuah studi baru yang dipublikasikan di jurnal Innovation in Aging.

Sebagaimana dikutip laporan Health, Jumat (15/5), studi tersebut mengungkapkan bahwa aktivitas seni dan budaya, seperti membaca, mendengar musik, atau mengunjungi museum, berkaitan dengan proses penuaan biologis yang lebih lambat.

Peneliti senior di University College London sekaligus penulis utama studi tersebut, Feifei Bu, PhD mengatakan keterlibatan dalam aktivitas seni dan budaya diketahui mendukung kesehatan. Usia biologis mengukur seberapa baik tubuh menua pada tingkat sel, dan dapat memberikan gambaran kesehatan yang lebih jelas dibanding usia sebenarnya.

Baca juga: Kegiatan kesukarelawanan berkaitan dengan perlambatan penuaan biologis

Dalam studi tersebut, sekitar 3.500 orang dewasa dari UK Household Longitudinal Study ditanya seberapa sering mereka melakukan berbagai aktivitas budaya (seperti bernyanyi, melukis, dan mengunjungi museum) serta aktivitas fisik (seperti lari dan pilates) selama setahun terakhir.

Peneliti kemudian membandingkan jawaban tersebut dengan usia biologis peserta, yang diukur menggunakan “jam epigenetik”, yaitu alat penelitian yang memperkirakan usia biologis berdasarkan perubahan pada DNA.

Aktivitas seni dan budaya dikaitkan dengan penuaan biologis yang lebih lambat. Salah satu jam epigenetik menunjukkan bahwa peserta yang melakukan aktivitas tersebut setidaknya tiga kali setahun mengalami proses penuaan 2 persen lebih lambat dibanding mereka yang hanya melakukannya satu atau dua kali setahun.

Baca juga: Penelitian ungkap multivitamin bisa bantu perlambat tanda penuaan

Melakukan aktivitas lebih sering dikaitkan dengan penuaan yang semakin lambat, 3 persen lebih lambat bagi mereka yang melakukannya setiap bulan, dan 4 persen lebih lambat bagi yang melakukannya setiap minggu.

Hubungan ini tetap terlihat setelah memperhitungkan faktor seperti indeks massa tubuh (BMI), status merokok, tingkat pendidikan, dan pendapatan.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa aktivitas seni dan budaya mungkin sama bermanfaatnya dengan olahraga dalam memperlambat penuaan biologis.

Menurut penulis studi tersebut, cara utama aktivitas seni dan budaya memperlambat penuaan biologis adalah dengan mengurangi stres.

Baca juga: Studi ungkap omega-3 bantu perlambat penuaan

Stres telah dikaitkan dengan peradangan, yang menyebabkan kerusakan luas pada tubuh dan dapat mempercepat penuaan biologis.

Aktivitas seni dan budaya memberikan koneksi sosial, mindfulness, serta ruang untuk memproses pengalaman hidup, di mana semuanya dapat membantu mengurangi stres dan pada akhirnya memperlambat penuaan biologis.

Dokter geriatri di Kaiser Permanente, Virginia, Angela Hsu, MD, mengatakan aktivitas ini juga merangsang area otak dengan cara yang mungkin tidak diberikan oleh olahraga saja.

Misalnya, membaca, melukis, dan menari melibatkan keterampilan seperti koordinasi, pemahaman bahasa, dan pemrosesan informasi. Menguatkan berbagai kemampuan kognitif dan koneksi saraf dapat membantu otak menjadi lebih tahan terhadap efek penuaan.

Baca juga: Pakar: Konsumsi protein dan olahraga perlambat penuaan

Sebelumnynya, pada 2019 tinjauan penelitian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan bahwa seni dapat membantu meningkatkan kesehatan serta melindungi dari penurunan kognitif dan kelemahan fisik seiring bertambahnya usia.

Para ahli tetap merekomendasikan aktivitas seni dan budaya, terlepas dari temuan baru ini. Feifei Bu, PhD mengatakan seni menawarkan cara yang mudah diakses, menyenangkan, dan memperkaya hidup untuk mendukung penuaan sehat.

Siapa pun dapat memperoleh manfaat dari hobi ini, tetapi studi menemukan bahwa orang dewasa usia 40 tahun ke atas mendapat manfaat paling besar.

Aktivitas ini juga bisa sangat membantu bagi orang yang mengalami stres kronis, caregiver, mereka yang mengalami penurunan kognitif, serta orang yang merasa kesepian atau terisolasi, kata para ahli.

Angela juga menambahkan hobi yang memiliki unsur sosial dapat memberikan manfaat lebih besar, dan mempelajari hal baru sangat baik bagi otak serta dapat menurunkan risiko demensia, serta dikombinasikan dengan kebiasaan seperti olahraga, tidur cukup, dan pola makan seimbang.

Baca juga: Buah seperti apa yang dapat perlambat penuaan?


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
SPMB 2026 Jatim Sediakan Golden Ticket untuk Ketua OSIS dan Penghafal Al-Qur’an
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Wanita di Berau Kehilangan Mobil usai Beri Tumpangan Pria Tak Dikenal
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Dua Pekerja Kampanye Capres Sayap Kanan Kolombia Dibunuh Jelang Pemilu
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kronologi Roy Suryo Cs & Polda Metro Saling Balas Terkait Permintaan Kasus Ijazah Jokowi Dihentikan
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Politik sepekan, LCC MPR hingga Prabowo soal terima uang bulan depan
• 10 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.