Kementrans Klaim Program Transmigrasi Patriot Sukses Buka Akses Ekspor Durian ke China

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Kawasan transmigrasi di Sulawesi Selatan yang sebelumnya hanya memasarkan durian secara lokal kini telah terhubung dengan pasar ekspor di China.

Kementrans Klaim Program Transmigrasi Patriot Sukses Buka Akses Ekspor Durian ke China. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, mengklaim Program Transmigrasi Patriot berhasil membuka akses ekspor durian Sulawesi Selatan yang berdampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan petani.

Menurutnya, kawasan transmigrasi di Sulawesi Selatan yang sebelumnya hanya memasarkan durian secara lokal kini telah terhubung dengan pasar ekspor di China melalui pendampingan dalam Program Transmigrasi Patriot.

Baca Juga:
Manfaatkan Lahan di Kawasan Transmigrasi, Kementrans Bidik PNBP dari Industri

"Bukti nyatanya adalah di Sulawesi Selatan. Kawasan transmigrasi yang sebelumnya hanya menanam durian, berkat program Transmigrasi Patriot kini berhasil terkoneksi dengan pasar di China," kata Iftitah dalam keterangan resminya pada Minggu (17/5/2026).

Ia menjelaskan, terbukanya akses pasar ekspor membuat keseimbangan antara pasokan dan permintaan menjadi lebih baik. Dampaknya, pendapatan petani durian meningkat secara signifikan.

Baca Juga:
Kementerian Transmigrasi Targetkan Pemanfaatan SDA untuk Pemberdayaan Ekonomi Transmigran

"Durian yang sebelumnya hanya dinikmati secara lokal kini dapat diekspor, sehingga ketersediaan suplai seimbang dengan meningkatnya permintaan. Dampaknya, kesejahteraan petani meningkat hingga lima sampai enam kali lipat," jelasnya.

Untuk diketahui, pada 2026 ini, Kementerian Transmigrasi kembali menjalankan Program Transmigrasi Patriot dengan melibatkan 1.458 peserta yang akan ditempatkan di 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia.

Baca Juga:
Program Transmigrasi Patriot 2026 Libatkan 1.458 Peserta, Tersebar di 53 Kawasan

Iftitah mengatakan, program tahun ini difokuskan untuk mendorong pembangunan kawasan sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan, terutama di wilayah Indonesia Timur. Menurutnya, sejumlah kawasan tambahan juga dipilih karena dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pusat ekonomi baru.

“Tahun lalu, kami menerjunkan 2.000 peneliti ke 154 kawasan transmigrasi. Sekarang terdapat 1.458 peserta di 53 kawasan. Apa pertimbangannya? Pertama, kami memiliki kewajiban dari Kementerian PPN/Bappenas untuk memprioritaskan 45 kawasan transmigrasi, terutama di Indonesia Timur. Jadi fokus utama kami berada di sana," ungkap Iftitah.

Selain melakukan penelitian, Program Transmigrasi Patriot tahun ini juga akan mencakup kegiatan pengabdian masyarakat. Dukungan yang diberikan meliputi pembangunan sarana air bersih, jalan, dan jembatan.

"Jika sebelumnya anggaran hanya digunakan untuk penelitian, sekarang kami juga menyediakan dukungan untuk pengabdian masyarakat. Misalnya, pembangunan sarana air bersih, jalan, dan jembatan. Jadi tidak hanya berhenti pada penelitian, tetapi juga ada aksi nyata pengabdian kepada masyarakat," ujarnya.


(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wamenlu Anis Matta Bertemu Deputi Menlu Rusia, Bahas Palestina hingga Selat Hormuz
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ketika Bursa Saham Diatur oleh Kepercayaan
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Ketika Perang Iran Mengguncang Butik Mewah London
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Modus Feri Sekap-Perkosa Mahasiswi di Makassar: Unggah Lowongan Baby Sitter
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Sebutan PCOS Berganti Menjadi PMOS, Diagnosis dan Pengobatan Dinilai Jadi Lebih Tepat
• 4 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.