JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi XI DPR Eric Hermawan meminta Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) guna meredam pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS), yang hari ini telah menembus Rp 17.600.
"Bank Indonesia siang malam menjaga BI Rate supaya stabil, dan saya menyarankan ke BI agar menaikkan suku bunga agar ada perimbangan dollar, sehingga (dollar) turun," kata Eric dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026).
Eric sendiri meyakini bahwa pelemahan rupiah terjadi bukan kkarena Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) tidak bekerja keras.
Baca juga: Para Ekonom Proyeksikan BI Rate Bakal Naik Imbas Rupiah Melemah
Politikus Partai Golkar itu menilai, terperosoknya nilai tukar rupiah saat ini didorong oleh banyak faktor, terutama dinamika perekonomian global yang dirasakan oleh hampir seluruh negara di dunia.
"Pemerintah melalui Menteri Keuangan sudah berupaya keras menahan laju dollar dengan beberapa program perbankan yang meningkatkan pertumbuhan UMKM dan sektor korporasi," kata dia.
Sementara itu, dari sisi pasar modal, Eric menilai OJK juga telah melakukan upaya maksimal untuk menstabilkan bursa saham.
Baca juga: BI Rate Bisa Naik demi Jaga Rupiah, Apa Dampaknya ke Cicilan Kredit?
Langkah-langkah koreksi wajar terus dilakukan OJK agar bursa tetap sehat dan dapat diterima oleh masyarakat di tengah guncangan nilai tukar.
Di samping itu, Eric juga meminta para pengusaha sembako tidak melakukan spekulasi dengan menaikkan harga secara sepihak.
Menurut dia, tindakan tersebut akan memicu lonjakan inflasi yang dampaknya langsung memukul daya beli masyarakat bawah.
Baca juga: Sederet Respons BJ Habibie Saat Rupiah Terpuruk 1998
Nilai tukar rupiah anjlokNilai tukar rupiah terhadap dollar AS mencetak rekor paling lemah terbaru. Per Jumat (15/5/2026) kurs dolar menyentuh Rp 17.600.
Saat meresmikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih pada Sabtu (16/5/2026) kemarin, Presiden Prabowo Subianto menyatakan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah tersebut selama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih tersenyum.
"Purbaya sekarang populer banget Purbaya itu. Selama Purbaya bisa senyum, tenang saja, enggak usah kau khawatir itu. Mau dollar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa enggak pakai dollar dibilang kan. Yang pusing yang itu, yang suka ke luar negeri hayo siapa ini?" ujar Prabowo.
Prabowo mengeklaim, Indonesia memiliki ekonomi dan fundamental yang kuat dan masyarakat mesti percaya akan itu.
"Percaya ekonomi kita kuat, fundamental kita kuat. Orang mau ngomong apa ya, mau apa, Indonesia kuat. Percaya kepada kekuatan kita. Percaya kepada rakyat kita. Semua pemimpin harus bekerja untuk rakyat," tutur dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




