Korsel Waswas Mogok Kerja 45 Ribu Pegawai Samsung Sebabkan Kerugian Rp 1.176 T

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Korea Selatan akan menempuh semua opsi, termasuk arbitrase darurat, untuk menghindari pemogokan buruh Samsung Electronics. Sebab, aksi mogok kerja puluhan ribu pegawai dinilai berpotensi menciptakan kerugian hingga 100 triliun won atau Rp 1.176 triliun (kurs Rp 11,76 per won)

Rencana aksi mogok kerja selama 18 hari mulai 21 Mei di perusahaan raksasa cip ini memicu kekhawatiran atas potensi dampaknya terhadap perekonomian. Lebih dari 45 ribu pekerja mengancam akan melakukan pemogokan terbesar dalam sejarah berdirinya Samsung.

Samsung dan serikat buruh Korea Selatan akan melanjutkan pembicaraan gaji pada Senin (18/5). Pemerintah bakal menjadi mediator, untuk meredakan kekhawatiran atas potensi pemogokan kerja yang mengganggu di perusahaan teknologi raksasa yang menyumbang hampir seperempat dari ekspor di negara itu.

"Hanya satu hari penghentian produksi di pabrik semikonduktor Samsung Electronics diperkirakan akan menimbulkan kerugian langsung hingga 1 triliun won (Rp 11,76 triliun)," kata Perdana Menteri Kim Min-seok setelah pertemuan darurat dengan para menteri pada Minggu (17/5), dikutip dari Reuters.

"Yang lebih mengkhawatirkan, yakni penghentian sementara jalur produksi semikonduktor menyebabkan berbulan-bulan tidak aktif," kata Kim, seraya menambahkan bahwa ada kekhawatiran tentang kerugian ekonomi yang membengkak hingga 100 triliun won jika bahan baku harus dibuang karena pemogokan.

Perintah arbitrase darurat, dapat diaktifkan oleh menteri tenaga kerja jika negara menganggap suatu perselisihan kemungkinan akan merugikan perekonomian atau kehidupan sehari-hari. Jika perintah ini dikeluarkan, maka aksi mogok kerja dilarang selama 30 hari, dan Komisi Hubungan Perburuhan Nasional melakukan mediasi dan arbitrase.

Reuters melaporkan, langkah itu jarang digunakan dan akan menjadi langkah luar biasa bagi pemerintahan yang pro-serikat pekerja

Serikat pekerja mengatakan akan bernegosiasi dengan itikad baik untuk mencapai kesepakatan dengan manajemen Samsung.

Samsung menyumbang 22,8% dari ekspor Korea Selatan dan 26% dari pasar saham domestik. Produsen cip ini juga mempekerjakan lebih dari 120 ribu orang dan bekerja sama dengan 1.700 pemasok, kata Kim.

Alasan Karyawan Samsung Mogok Kerja

Aksi mogok kerja selama 18 hari di Samsung telah memicu kekhawatiran di dalam pemerintahan, mengguncang investor asing, dan mengancam rantai pasokan global.

Lebih dari 45 ribu pekerja mengancam akan melakukan pemogokan terbesar dalam sejarah konglomerat tersebut mulai 21 Mei. Hal ini dapat mengurangi produksi cip memori yang merupakan komponen penting dalam pusat data AI, ponsel pintar, dan laptop.

Ancaman mogok buruh di Samsung Electronics dipicu sengketa berkepanjangan terkait kenaikan gaji dan skema bonus di tengah ledakan industri kecerdasan buatan (AI). Serikat pekerja menilai perusahaan belum membagikan keuntungan bisnis cip AI secara adil kepada karyawan, meski Samsung menikmati lonjakan profit dari permintaan semikonduktor global. 

Salah satu pemicu utama kemarahan pekerja yakni kesenjangan bonus dengan rivalnya, SK Hynix. Perusahaan ingin memberikan setidaknya enam kali lipat lebih banyak kepada 27 ribu karyawan cip memori dibandingkan pekerja lainnya di bisnis desain dan manufaktur cip logika.

Serikat pekerja Samsung berpendapat bahwa 23 ribu pekerja lainnya di perusahaan itu, yang bertanggung jawab untuk membuat cip AI untuk Tesla dan Nvidia, tidak boleh ditinggalkan, meskipun menderita kerugian miliaran dalam beberapa tahun terakhir karena bisnis pengecoran logam mengalami kemerosotan.

Serikat pekerja Samsung menuntut agar 15% laba operasional dialokasikan ke bonus karyawan dan penghapusan batas bonus maksimal 50% dari gaji tahunan. Mereka juga meminta sistem bonus dibuat permanen dan lebih transparan. Namun Samsung disebut hanya menawarkan skema bonus yang lebih kecil dan bersifat sementara. 

Ketegangan semakin membesar karena adanya disparitas bonus antar divisi di internal Samsung sendiri. Divisi cip memori yang menikmati lonjakan permintaan AI ditawari bonus jauh lebih besar dibanding pekerja di divisi foundry dan cip logika.

Padahal, serikat pekerja menilai seluruh karyawan sama-sama berkontribusi terhadap pengembangan chip AI perusahaan. Reuters melaporkan, kondisi itu memicu kekhawatiran eksodus talenta ke kompetitor serta memperdalam konflik internal di perusahaan teknologi terbesar Korea Selatan tersebut. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dede Sunandar Pilih Pisah, Sudah Antar Istri Pulang ke Rumah Orang Tua
• 20 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Tukang Rujak di Jakbar Diduga Cabuli Siswi SD, Rumahnya Digeruduk Warga
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Pria Malaka Ditemukan Tinggal Tengkorak di Hutan Ternyata Dibunuh 3 Anaknya
• 20 jam laludetik.com
thumb
Prabowo ke Para Pengusaha: Seluruh Rakyat Indonesia Pemegang Saham dalam Kekayaan Bangsa
• 4 jam laludisway.id
thumb
Wakaf Dua Abad Itu Terus Mengalir ke Kantong Jemaah Haji asal Aceh
• 3 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.