Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mulai mematangkan pelaksanaan skema program Safari Wukuf bagi jemaah haji Indonesia, menjelang puncak ibadah haji atau Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina).
Program Safari Wukuf ini disiapkan khusus bagi jemaah haji yang sakit, menjalani rawat inap di rumah sakit Arab Saudi, maupun jemaah lanjut usia dan uzur secara fisik sehingga tidak memungkinkan mengikuti rangkaian Armuzna secara reguler.
Safari Wukuf dijadwalkan mulai berjalan pada 23 Mei 2026 atau 6 Zulhijah 1447 Hijriah dengan mekanisme penjemputan jemaah dalam dua tahap berdasarkan sektor masing-masing.
Informasi yang dihimpun suarasurabaya.net di Tanah Suci, Minggu (17/5/2026), penjemputan tahap pertama akan dilakukan pada 23 Mei untuk jemaah di sektor 1 sampai 5. Selanjutnya, penjemputan tahap kedua dilaksanakan pada 24 Mei untuk jemaah sektor 6 hingga 10.
Setelah penjemputan, jemaah Safari Wukuf akan masuk hotel transit sampai 26 mei, dan menerima pelayanan biologi, psikologi, sosial, ibadah dan kesehatan.
Selanjutnya pada tanggal yang sama, sekitar pukul 13.00-15.00 waktu Arab Saudi, jemaah peserta Safari Wukuf akan diberangkatkan menuju Arafah untuk mengikuti prosesi wukuf.
Di Arafah, jemaah akan menjalani wukuf di dalam bus dan mengikuti khutbah wukuf selama kurang lebih 30 hingga 40 menit sebelum kembali menuju hotel transit. Sementara proses pengantaran kembali jemaah ke sektor masing-masing dijadwalkan berlangsung pada 30 hingga 31 Mei 2026.
Pelaksanaan program tersebut didukung 150 petugas yang dibagi menjadi 10 tim sesuai jumlah sektor pelayanan. Setiap tim nantinya akan mendampingi maksimal 45 jemaah haji. Tim dipilih dan ditetapkan melalui SK, oleh Ketua PPIH Arab Saudi.
Berdasarkan data jemaah haji 2026, terdapat lebih dari 44 ribu jemaah haji Indonesia yang masuk kategori lanjut usia di atas 60 tahun. Dari jumlah itu, sekitar 220 jemaah tercatat sebagai penyandang disabilitas.
Sementara sampai saat ini program safari wukuf masih menunggu persetujuan Pemerintah Arab Saudi. (wid/bil/ham)




