JAKARTA, DISWAY.ID – Pernyataan Presiden ke-3 RI BJ Habibie kembali viral di media sosial saat ia berjuang menstabilkan ekonomi di tengah keadaan Dolar menekan Rupiah yang anjlok ke Rp16.000 menuju Rp20.000.
Pernyataan ini kembali viral ketika Presiden Prabowo Subianto justru acuh tak acuh terhadap nilai tukar Rupiah terhadap Dolar yang kini sudah mencapai Rp17.600.
Habibie saat itu mengatakan kepada presenter Najwa Shihab di program Metro TV beberapa tahun lalu, terpaksa mengubur impiannya tentang industri pesawat terbang nasional dan mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya.
BACA JUGA:BJ Habibie Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Gus Ipul: Akan Segera Diproses
Apalagi situasiinya tengah genting di era reformasi 1998 di tengah transisi kepemimpinan presiden Soeharto ke BJ Habibie.
Video tersebut merupakan cuplikan wawancara Presiden ke-3 RI, B.J. Habibie, bersama Najwa Shihab di Metro TV beberapa tahun silam.
Ditayangkan kembali di akun Instagram Shift Media, Habibie menceritakan beratnya beban yang ia pikul saat dilantik menjadi Presiden RI pada 21 Mei 1998, menggantikan Soeharto di puncak krisis ekonomi.
BACA JUGA:Ilham Habibie Harus Ikut Lelang KPK Untuk Dapatkan Kembali Mercedes 280 SL Koleksi Ayahnya
Saat itu, nilai tukar rupiah anjlok dari sekitar Rp2.500 ke lebih dari Rp16.000 per dolar AS, inflasi tembus 77 persen, perbankan kolaps, dan jutaan orang kehilangan pekerjaan.
Selama 17 bulan menjabat, Habibie mengambil sejumlah kebijakan kunci untuk memulihkan rupiah: meluncurkan paket restrukturisasi perbankan yang melahirkan Bank Mandiri, memisahkan Bank Indonesia dari pemerintah agar menjadi lembaga independen, menstabilkan harga kebutuhan pokok, serta menurunkan suku bunga SBI dari 70 persen menjadi belasan persen.
Kombinasi kebijakan ini berhasil mengembalikan kepercayaan pasar, rupiah menguat dari Rp16.800 per dolar AS menjadi sekitar Rp6.500 per dolar AS menjelang akhir masa kepemimpinannya.
BACA JUGA:Ilham Habibie Klarifikasi ke KPK Soal Mobilnya yang Dibeli Ridwan Kamil: Masih Nyicil, Belum Lunas
“Ya, itulah yang mereka harapkan. Kalau misalnya saya melakukan itu, mereka mengatakan ah dia hanya pembuat pesawat terbang, tidak akan pernah bisa memberikan kontribusi,memimpin Indonesia. Saya kan menghadapi inflasi tinggi, budaya bunga tinggi, nilai rupiah anjlok hingga tinggal 20 persen dari nilainya. Sebelumnya saja sudah menembus Rp16.000 hingga Rp20.000.
Negara tetangga, saya sebut saja namanya, Lee Kuan Yew, pernah mengatakan: “Kalau sampai melewati Rp20.000, akan banyak orang mengantre, makanan berkurang, dan PHK terjadi di mana-mana.” Bukankah itu lebih penting daripada penerbangan? Saya mengalah untuk menang,” ucap Habibie saat itu.
BACA JUGA:Saksi Kasus Korupsi BJB, Ilham Akbar Habibie Penuhi Panggilan KPK
Pernyataan Prabowo Subianto- 1
- 2
- »





