Misteri Aroma Tanah di Kala Hujan: Kenapa Bikin Hati Tenang dan Adem, Ini Alasannya!

beritajatim.com
1 jam lalu
Cover Berita

Surabaya (beritajatim.com)- Pernahkah Anda menghirup aroma khas yang muncul saat rintik hujan pertama membasahi tanah kering? Aroma tanah yang segar dan menenangkan itu seolah menjadi pertanda alam bahwa kesejukan akan segera datang. Di tengah cuaca yang terik, aroma ini sering kali dianggap sebagai “terapi alami” yang seketika mengubah suasana hati menjadi lebih adem dan santai. Namun, tahukah Anda bahwa aroma yang kita sebut sebagai bau tanah ini sebenarnya memiliki penjelasan ilmiah yang sangat menarik?

Secara ilmiah, aroma menenangkan ini disebut dengan Petrichor. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh peneliti asal Australia pada tahun 1964. Aroma ini bukan berasal dari air hujan itu sendiri, melainkan hasil dari kombinasi minyak alami yang dikeluarkan oleh tumbuhan serta senyawa bernama geosmin yang dihasilkan oleh bakteri di dalam tanah. Saat tetesan hujan jatuh ke tanah, mereka memerangkap udara dalam gelembung kecil yang kemudian meledak keluar dan menyebarkan aroma tersebut ke udara melalui angin. Inilah alasan mengapa kita sering mencium bau tanah bahkan sebelum hujan benar-benar turun dengan deras.

.u3be3eba421acecae05388d84052a3ef2 { padding:0px; margin: 0; padding-top:1em!important; padding-bottom:1em!important; width:100%; display: block; font-weight:bold; background-color:#eaeaea; border:0!important; border-left:4px solid #D35400!important; text-decoration:none; } .u3be3eba421acecae05388d84052a3ef2:active, .u3be3eba421acecae05388d84052a3ef2:hover { opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; text-decoration:none; } .u3be3eba421acecae05388d84052a3ef2 { transition: background-color 250ms; webkit-transition: background-color 250ms; opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; } .u3be3eba421acecae05388d84052a3ef2 .ctaText { font-weight:bold; color:#464646; text-decoration:none; font-size: 16px; } .u3be3eba421acecae05388d84052a3ef2 .postTitle { color:#000000; text-decoration: underline!important; font-size: 16px; } .u3be3eba421acecae05388d84052a3ef2:hover .postTitle { text-decoration: underline!important; }
Baca Juga:  Wali Kota Vinanda Siap Jadikan Koperasi Kelurahan Merah Putih Penggerak Ekonomi Kediri

Selain faktor kimiawi, sensasi “adem” yang dirasakan saat mencium bau tanah juga memiliki kaitan erat dengan psikologi manusia. Aroma tanah dan hujan seringkali memicu respons positif dalam otak yang berkaitan dengan memori akan kesegaran dan kehidupan. Setelah terpapar panas atau polusi, bau tanah yang muncul menjadi sinyal bahwa suhu udara akan menurun dan lingkungan akan menjadi lebih bersih. Tak heran jika banyak orang merasa lebih rileks, tenang, dan betah berlama-lama di rumah saat bau ini mulai tercium di jalanan atau teras rumah.

Fenomena petrichor ini membuktikan bahwa alam memiliki caranya sendiri untuk memberikan ketenangan bagi penghuninya. Aroma tanah bukan sekadar tanda cuaca akan berubah, melainkan sebuah simfoni alam yang mampu menurunkan tingkat stres secara instan. Jadi, jika nanti Anda mencium aroma tanah yang khas saat langit mulai mendung, cobalah berhenti sejenak dan hirup aromanya dalam-dalam. Bagaimana menurut Anda? Apakah aroma tanah ini juga selalu berhasil bikin Anda merasa lebih chill dan tenang? [Devi Dwi Windah Sari]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kloter 5 Embarkasi Surabaya Matangkan Persiapan Menuju Puncak Haji
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Jendela Transfer Belum Dibuka, MU Sudah Bisa Selesaikan 2 Transfer Pemain Hari Ini
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Refleksi Waisak PKB, Gus Halim: Indonesia Butuh Lebih Banyak Cinta dan Persaudaraan
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Gubernur Papua Dorong Hilirisasi Hasil Hutan di Sarmi
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Persija Bawa Pulang Tiga Poin dari Markas Persik Kediri
• 22 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.