Model asal Hungaria, Barbara Palvin, menghadiri Festival Film Cannes 2026 di Prancis dengan membawa kabar gembira. Ia dan suaminya, aktor Dylan Sprouse, tengah menanti kelahiran anak pertama mereka. Baby bump Barbara menjadi sorotan di karpet merah Cannes pada Kamis (14/5) lalu.
Di momen tersebut, Barbara tampil menawan dalam balutan gaun biru muda lansiran Miu Miu. Gaun tersebut dilengkapi dengan potongan leher square rendah dan lengan cap sleeves. Bagian rok gaun menjuntai hingga ke lantai, diakhiri dengan aksen bulu biru pastel di bagian hem.
“Sangat berterima kasih kepada semua orang yang telah membantu kami bertiga bersiap-siap untuk acara (karpet merah Cannes) semalam,” tulis Barbara dalam unggahan Instagram resminya, @realbarbarapalvin, pada Jumat (15/6). Kata ‘bertiga’ merujuk pada dirinya, Dylan, dan janin di kandungannya.
Kabar kehamilan Barbara Palvin pun disambut baik oleh para netizen. Unggahan Instagram Barbara dipenuhi dengan komentar positif. Mereka tidak hanya memuji tampilan Barbara yang terlihat glowing, tetapi juga mengucapkan selamat atas kehamilan ini.
Netizen turut menyorot masalah reproduksi yang pernah dialami Barbara Palvin. Tahun lalu, model Victoria’s Secret ini membagikan ceritanya berjuang dengan endometriosis. Lewat unggahan di Instagram, Barbara mengatakan bahwa selama bertahun-tahun dia mengalami gejala fisik yang berat setiap menstruasi. Contohnya adalah kelelahan ekstrem, nyeri hebat, hingga siklus tidak teratur. Awalnya, dia tidak mengetahui bahwa dia mengalami endometriosis.
“Saya selalu melakukan pemeriksaan rutin ke dokter spesialis ginekologi setiap tahun. Jadi saya kira saya akan langsung tahu jika saya mengalami endometriosis. Ternyata, kondisi ini tidak bisa didiagnosis dengan pemeriksaan umum saja,” jelas Barbara dalam unggahan pada 17 Agustus 2025 lalu.
Dia akhirnya memutuskan untuk menjalani operasi. Setelah menjalani tindakan dan beristirahat selama tiga bulan, Barbara mengaku menstruasi terasa lebih ringan.
“Jika kamu curiga mengalami endometriosis, saya sangat menyarankan kamu untuk melakukan pemeriksaan. Diagnosis awal dan perawatan sangatlah penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang, dan kini saya lebih memahami tubuh saya dan bertindak cepat ketika diperlukan,” imbuhnya.
Menurut Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dr. Ardiansjah Dara Sjahruddin, Sp.OG, M.Kes, endometriosis adalah kondisi adanya jaringan tumbuh di luar rahim dan justru masuk ke rongga perut. Padahal, jaringan ini seharusnya ikut luruh saat menstruasi.
“Endometriosis adalah suatu kondisi di mana darah menstruasi yang ada di dalam rongga rahim perempuan itu mestinya keluar ke bawah vagina, tetapi justru naik ke atas,” papar dr. Dara kepada kumparanWOMAN.
Darah menstruasi yang mengandung sel endometrium bisa menyebabkan perlengketan jika menempel dengan organ lain, seperti usus dan rahim. Endometriosis dapat menyebabkan rasa nyeri berlebih saat menstruasi, memicu kelelahan, kecemasan, hingga depresi. Kondisi ini juga dapat menyebabkan komplikasi seperti gangguan kesuburan (infertilitas) sampai kanker.
Mengutip Mayo Clinic, komplikasi utama endometriosis adalah gangguan kesuburan. Sekitar sepertiga hingga setengah dari perempuan dengan endometriosis mengalami kesulitan untuk hamil.





