Tim Kesehatan Bagikan Ribuan Oralit untuk Cegah Dehidrasi saat Puncak Haji

suarasurabaya.net
8 jam lalu
Cover Berita

Tim kesehatan terus mengingatkan pentingnya jemaah untuk menjaga kondisi tubuh jelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Selain membatasi aktivitas fisik berlebihan, petugas juga membagikan oralit kepada jemaah sebagai langkah antisipasi dehidrasi dan serangan panas selama menjalankan rangkaian ibadah di Arab Saudi.

Cuaca ekstrem dengan suhu yang dapat menembus lebih dari 40 derajat Celsius menjadi tantangan utama bagi jemaah haji, terutama lansia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Karena itu, oralit menjadi salah satu perlengkapan medis penting yang disiapkan sejak awal musim haji.

Dokter Mega Ratna dari tim kesehatan Kloter 5 Embarkasi Surabaya menjelaskan bahwa kandungan elektrolit dalam oralit sangat membantu menjaga cairan tubuh jemaah di tengah kondisi cuaca panas dan kelembapan udara yang rendah di Arab Saudi.

“Konsumsi oralit sangat penting bagi jemaah haji untuk mencegah dehidrasi ekstrem akibat suhu di Arab Saudi yang bisa mencapai di atas 40 derajat Celsius. Selain itu tingkat kelembapannya rendah, sekitar 12 sampai 20 persen,” ujar Mega Ratna kepada Radio Suara Surabaya, Minggu (17/5/2026).

Mega menjelaskan bahwa oralit tidak hanya berfungsi mencegah dehidrasi, tetapi juga membantu menjaga keseimbangan elektrolit tubuh dan menekan risiko kambuhnya penyakit komorbid yang banyak dialami jemaah.

“Sebagian besar gangguan kesehatan jemaah haji, sekitar 90 persen dipicu oleh dehidrasi,” katanya.

Untuk mendukung kebutuhan jemaah selama Armuzna, setiap kelompok terbang (kloter) mendapat ribuan saset oralit dari tim kesehatan sektor. Oralit tersebut kemudian dibagikan secara merata kepada para jemaah.

“Setiap kloter mendapat sekitar 3.600 saset oralit. Rata-rata satu jemaah memperoleh sekitar tujuh saset dan bisa dikonsumsi satu saset per hari,” jelasnya.

Menurut Mega, cara konsumsi oralit juga perlu diperhatikan agar efektif menjaga kondisi tubuh. Satu saset oralit dianjurkan dilarutkan ke dalam 200 hingga 300 cc air dan dihabiskan dalam waktu 24 jam.

“Minumnya sedikit-sedikit tapi sering. Misalnya setiap satu jam dua hingga tiga teguk. Jangan menunggu haus,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa saat fase Armuzna, aktivitas fisik jemaah akan meningkat karena sebagian besar ibadah dilakukan di ruang terbuka dengan paparan cuaca panas langsung. Karena itu, konsumsi oralit minimal satu saset per hari sangat dianjurkan.

Selain dehidrasi, kasus heat stroke atau serangan panas juga menjadi salah satu gangguan kesehatan paling sering terjadi selama musim haji, termasuk pada jemaah asal Indonesia.

Untuk mengantisipasi kondisi darurat tersebut, pemerintah telah menyiapkan tim penanganan krisis dan pertolongan pertama khusus bagi jemaah, termasuk lansia dan penyandang disabilitas di wilayah Daerah Kerja (Daker) Makkah.

Keberadaan oralit pun menjadi bagian penting dari strategi perlindungan kesehatan jemaah agar tetap fit menjalani puncak ibadah haji di tengah cuaca ekstrem Arab Saudi. (saf/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PSM vs Persib, Igor Tolic: Maung Bandung Siap Tempur demi Gelar Juara
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
15 Porsi Makanan Siap Santap Disajikan untuk Jamaah Saat Puncak Haji, Ada Menu Rendang
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Bali United Akhiri Tren Buruk Usai Libas Bhayangkara 4-1 di Stadion Dipta
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Terungkap Identitas Korban Tenggelam di Bekas Galian Tambang Maros, Dua Bocah Ternyata Kakak Beradik
• 17 jam laluharianfajar
thumb
BGN Imbau Waspada Penipuan Jual-Beli Lokasi SPPG Program MBG
• 15 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.