Jakarta (ANTARA) - World Boxing Council (WBC) melaporkan laga penyatuan gelar antara juara kelas terbang (50,7 kg) WBC dan World Boxing Association (WBA) Ricardo Sandoval melawan juara sementara WBC Galal Yafai ditunda akibat cedera yang dialami Yafai.
"Galal Yafai mengalami cedera dalam masa persiapan di kamp pelatihannya sehingga pertarungan yang sangat dinantikan melawan Sandoval ditunda," demikian pernyataan resmi WBC dalam laman resminya yang dipantau di Jakarta, Minggu.
Laga tersebut sedianya dijadwalkan berlangsung pada 6 Juni 2026 di Sheffield, Inggris. Penundaan tersebut tentu menjadi kabar mengecewakan bagi para penggemar tinju yang telah menantikan bentrokan dua petinju elite tersebut.
Pertarungan penyatuan gelar diprediksi menghadirkan persaingan sengit mengingat keduanya memiliki gaya bertarung yang berbeda namun sama-sama efektif di atas ring.
Pihak promotor Matchroom maupun tim Yafai sangat menyesali atas kabar buruk itu, tetapi keselamatan dan kesehatan fisik petinju tetap menjadi prioritas utama. Informasi lebih lanjut mengenai pemulihan Galal dan tanggal baru untuk penyatuan gelar akan disampaikan sesegera mungkin.
Yafai merupakan peraih medali emas kelas terbang Olimpiade Tokyo 2020. Petinju asal Inggris itu masih belum terkalahkan dalam karier profesionalnya dan terus menunjukkan perkembangan pesat sejak beralih ke tinju profesional.
Petinju berusia 33 tahun tersebut dianggap sebagai salah satu prospek paling menjanjikan dari Inggris setelah sukses menorehkan prestasi di tingkat amatir. Pengalaman bertanding di panggung internasional membuat Yafai mampu beradaptasi cepat saat memasuki level profesional.
Baca juga: Juara Olimpiade Galal Yafai dapat kesempatan rebut juara dunia WBC
Baca juga: Ricardo Sandoval dinobatkan sebagai juara dunia kelas terbang WBC
Sementara itu, Sandoval merupakan pemegang gelar juara dunia kelas terbang WBC dan WBA. Petinju asal Amerika Serikat itu mengejutkan dunia tinju setelah menggulingkan juara Jepang Kenshiro Teraji melalui kemenangan angka yang mengantarkannya meraih sabuk juara dunia.
Sandoval kini memiliki rekor profesional 25 kemenangan dengan 18 kemenangan diraih melalui knockout (KO), serta dua kekalahan. Catatan tersebut memperlihatkan kualitasnya sebagai petinju berbahaya yang memiliki kemampuan menyelesaikan pertarungan sebelum ronde terakhir.
Akibat cedera Yafai, Sandoval untuk sementara harus menunda langkah berikutnya dalam upayanya menyatukan sabuk juara dunia. Meski demikian, kubu Sandoval diperkirakan tetap menjaga program latihan sambil menunggu kepastian jadwal baru pertarungan tersebut.
WBC menjelaskan bahwa terlepas dari penundaan tersebut, acara di Utilita Arena tetap berlangsung sesuai rencana. Pertandingan utama untuk acara itu diganti dengan laga pertahanan gelar juara kelas super bulu Eropa EBU antara Josh Padley melawan penantang Aqib Fiaz.
Josh dan Aqib dikenal memiliki gaya bertarung agresif sehingga duel yang disiarkan ke seluruh dunia melalui platform DAZN itu menjanjikan intensitas tinggi yang menarik bagi para penggemar tinju.
Baca juga: Siyakhlowa Kuse gulingkan Jerusalem untuk kuasai kelas jerami WBC
Baca juga: Usyk diizinkan tarung lawan Verhoeven
"Galal Yafai mengalami cedera dalam masa persiapan di kamp pelatihannya sehingga pertarungan yang sangat dinantikan melawan Sandoval ditunda," demikian pernyataan resmi WBC dalam laman resminya yang dipantau di Jakarta, Minggu.
Laga tersebut sedianya dijadwalkan berlangsung pada 6 Juni 2026 di Sheffield, Inggris. Penundaan tersebut tentu menjadi kabar mengecewakan bagi para penggemar tinju yang telah menantikan bentrokan dua petinju elite tersebut.
Pertarungan penyatuan gelar diprediksi menghadirkan persaingan sengit mengingat keduanya memiliki gaya bertarung yang berbeda namun sama-sama efektif di atas ring.
Pihak promotor Matchroom maupun tim Yafai sangat menyesali atas kabar buruk itu, tetapi keselamatan dan kesehatan fisik petinju tetap menjadi prioritas utama. Informasi lebih lanjut mengenai pemulihan Galal dan tanggal baru untuk penyatuan gelar akan disampaikan sesegera mungkin.
Yafai merupakan peraih medali emas kelas terbang Olimpiade Tokyo 2020. Petinju asal Inggris itu masih belum terkalahkan dalam karier profesionalnya dan terus menunjukkan perkembangan pesat sejak beralih ke tinju profesional.
Petinju berusia 33 tahun tersebut dianggap sebagai salah satu prospek paling menjanjikan dari Inggris setelah sukses menorehkan prestasi di tingkat amatir. Pengalaman bertanding di panggung internasional membuat Yafai mampu beradaptasi cepat saat memasuki level profesional.
Baca juga: Juara Olimpiade Galal Yafai dapat kesempatan rebut juara dunia WBC
Baca juga: Ricardo Sandoval dinobatkan sebagai juara dunia kelas terbang WBC
Sementara itu, Sandoval merupakan pemegang gelar juara dunia kelas terbang WBC dan WBA. Petinju asal Amerika Serikat itu mengejutkan dunia tinju setelah menggulingkan juara Jepang Kenshiro Teraji melalui kemenangan angka yang mengantarkannya meraih sabuk juara dunia.
Sandoval kini memiliki rekor profesional 25 kemenangan dengan 18 kemenangan diraih melalui knockout (KO), serta dua kekalahan. Catatan tersebut memperlihatkan kualitasnya sebagai petinju berbahaya yang memiliki kemampuan menyelesaikan pertarungan sebelum ronde terakhir.
Akibat cedera Yafai, Sandoval untuk sementara harus menunda langkah berikutnya dalam upayanya menyatukan sabuk juara dunia. Meski demikian, kubu Sandoval diperkirakan tetap menjaga program latihan sambil menunggu kepastian jadwal baru pertarungan tersebut.
WBC menjelaskan bahwa terlepas dari penundaan tersebut, acara di Utilita Arena tetap berlangsung sesuai rencana. Pertandingan utama untuk acara itu diganti dengan laga pertahanan gelar juara kelas super bulu Eropa EBU antara Josh Padley melawan penantang Aqib Fiaz.
Josh dan Aqib dikenal memiliki gaya bertarung agresif sehingga duel yang disiarkan ke seluruh dunia melalui platform DAZN itu menjanjikan intensitas tinggi yang menarik bagi para penggemar tinju.
Baca juga: Siyakhlowa Kuse gulingkan Jerusalem untuk kuasai kelas jerami WBC
Baca juga: Usyk diizinkan tarung lawan Verhoeven





