Jakarta, CNBC Indonesia — Klaim mengejutkan soal keberadaan alien kembali muncul di Amerika Serikat (AS). Mantan peneliti yang pernah didanai CIA menyebut pemerintah AS diduga telah menemukan empat spesies makhluk luar angkasa berbeda dari bangkai UFO yang jatuh.
Pernyataan itu disampaikan Hal Puthoff dalam podcast "The Diary of a CEO" bersama sutradara film dokumenter "Age of Disclosure", Dan Farah.
"Orang-orang yang terlibat dalam proses pemulihan mengatakan ada setidaknya empat jenis. Empat jenis yang berbeda," kata Puthoff dikutip dari New York Post, Minggu (17/5/2026).
Meski demikian, Puthoff mengaku dirinya tidak melihat langsung bukti tersebut. Ia bilang, informasi itu berasal dari orang-orang yang diklaim terlibat dalam operasi pemulihan UFO.
"Saya memang tidak memiliki akses langsung, tetapi saya percaya pada orang-orang yang saya ajak bicara," ujarnya.
Puthoff merupakan fisikawan kuantum lulusan Stanford dan pernah menjadi penasihat program pemerintah AS bernama Advanced Aerospace Weapon System Applications Program (AAWSAP). Sementara itu, rekan lamanya sesama mantan anggota AAWSAP, Eric Davis, sebelumnya mengeklaim empat spesies alien tersebut dikenal dengan nama Grays, Nordics, Insectoids, dan Reptilians.
Davis bilang, seluruh makhluk itu memiliki bentuk menyerupai manusia dengan dua tangan dan dua kaki. Ia juga menyebut Nordics dan Reptilians memiliki tinggi sekitar 180 sentimeter atau setara manusia dewasa. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan UAP Disclosure Fund tahun 2025 yang dihadiri sejumlah anggota Kongres AS.
Nordics digambarkan sebagai makhluk yang sangat mirip manusia dan disebut memiliki penampilan seperti orang Eropa Utara. Sementara Reptilians disebut sebagai makhluk mirip kadal dengan kulit bersisik, ekor panjang, dan berjalan tegak.
Adapun Grays merupakan sosok alien klasik bertubuh kecil, berkepala besar, bermata hitam besar, dan tanpa rambut seperti yang sering muncul dalam film fiksi ilmiah. Sementara Insectoids atau Mantids digambarkan sebagai humanoid mirip serangga sembah.
Klaim soal "biologis non-manusia" sebelumnya juga pernah muncul dalam kesaksian mantan pejabat intelijen Angkatan Udara AS, David Grusch, di Kongres AS pada 2023.
Dalam kesaksiannya di bawah sumpah, Grusch mengatakan pemerintah AS memiliki material biologis non-manusia yang diperoleh dari puluhan UFO jatuh.
Dokumenter "Age of Disclosure" yang dirilis Maret lalu juga membahas dugaan program rahasia pemulihan UFO tersebut. Farah mengatakan, sejumlah orang yang diklaim terlibat dalam operasi pemulihan UFO menolak tampil di depan kamera karena takut terhadap konsekuensinya.
"Salah satu orang yang awalnya mau diwawancarai akhirnya membatalkan beberapa hari sebelum syuting. Ia mengatakan setelah berdiskusi panjang dengan istrinya, ia merasa hidupnya bisa hancur jika ikut wawancara," kata Farah.
(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google




