Siap-Siap! Banyak Pengumuman Bisa Goyang Pasar Pekan Depan

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia  Pekan depan ada pengumuman penting dari Bank Indonesia yang juga akan memengaruhi gerak pasar modal serta mata uang rupiah.

Bank Indonesia akan mengadakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 19-20 Mei 2026 untuk melakukan asesmen terhadap tingkat suku bunga. 

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 April 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,5%.

"Keputusan ini masih konsisten dengan upaya meningkatkan efektivitas strategi penyesuaian struktur suku bunga instrumen operasi moneter dalam memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah. Ke depan, Bank Indonesia siap menempuh penguatan lebih lanjut kebijakan moneter yang diperlukan untuk tetap mempertahankan stabilitas nilai tukar Rupiah dan menjaga inflasi 2026 dan 2027 dalam sasaran 2,5±1%," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo.

Keputusan BI saat ini sangat ditunggu karena menjadi sentimen bagi pergerakan rupiah. Nilai tukar rupiah menutup pekan perdagangan yang pendek di zona hijau, seiring libur panjang pada Kamis dan Jumat. Merujuk data Refinitiv, rupiah mengakhiri perdagangan Rabu (13/5/2026) di level Rp17.460/US$.

Efek MSCI Masih akan Terasa

Efek pengumuman MSCI ke pasar saham Indonesia terpotong libur selama dua hari, diperkirakan akan dilanjutkan pada awal pekan ini. 

MSCIresmi mengumumkan hasil review indeks global periode Mei 2026. Hasilnya, Indonesia terkena pukulan cukup besar setelah enam saham domestik dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index dan tidak ada saham baru yang masuk.

Berdasarkan dokumen resmi MSCI Global Standard Indexes May 2026 Review, ada enam saham dari Indonesia yang dihapus dan tidak ada tambahan saham yang masuk ke indeks standar global MSCI.

Baca: IHSG Tumbang, Benarkah Investasi Tas Hermes Lebih Cuan?

Enam saham Indonesia yang didepak dari MSCI Global Standard Index adalah:

1. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
2. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
3. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
4. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
5. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
6. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

Di sisi lain, pada MSCI Global Small Cap Indexes, ada satu saham Indonesia yang masuk yakni PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Sementara itu, terdapat 13 saham Indonesia yang dikeluarkan dari indeks small cap MSCI.

Adapun saham yang keluar dari MSCI Global Small Cap Index meliputi:
1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
2. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
3. PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)
4. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
5. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)
6. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)
7. PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)
8. PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)
9. PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)
10. PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)
11. PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC)
12. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
13. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)

FOMC Minutes

Pada 21 Mei 2026 The Fed akan mengumumkan lengkap hasil FOMC pada April sebagia gambaran untuk ke depan.

The Fed mempertahankan suku bunga dana federal tidak berubah pada kisaran target 3,5%-3,75% untuk pertemuan ketiga berturut-turut pada April 2026, sesuai dengan ekspektasi. Keputusan tersebut tidak bulat, dengan Gubernur Miran memberikan suara untuk menurunkan suku bunga sebesar 25 bps dan tiga anggota lainnya keberatan dengan bahasa dalam pernyataan yang menunjukkan bahwa bank sentral pada akhirnya akan melanjutkan pemotongan suku bunga.

Baca: Valuasi IHSG Murah, Bos OJK Sebut Momentum Baik Bagi Investor

Pemungutan suara 8-4 menandai pertama kalinya sejak Oktober 1992 bahwa empat pejabat menentang keputusan FOMC. Bank sentral menegaskan kembali bahwa mereka akan dengan cermat menilai data yang masuk, prospek yang berkembang, dan keseimbangan risiko dalam menentukan sikap kebijakan moneter yang tepat, dan siap untuk menyesuaikan kebijakan jika diperlukan jika muncul risiko yang dapat menghambat pencapaian tujuannya.

Selain itu, The Fed mencatat bahwa perkembangan di Timur Tengah berkontribusi pada tingkat ketidakpastian yang tinggi tentang prospek ekonomi. Sementara itu, Powell mengatakan dia akan tetap menjadi gubernur Fed setelah masa jabatannya sebagai Ketua berakhir.

(ras/ras) Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Masih Berisiko Melemah, Apa Ada  Dampaknya bagi Masyarakat Desa?
• 7 jam lalukompas.id
thumb
Pelatih Timnas Satoru Mochizuki Terkesan dengan Kualitas Pemain Muda Putri Indonesia di HSL
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Jakarta Masih Jadi Ibu Kota, DPR: Momentum Siapkan Infrastruktur IKN Lebih Matang
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Pep Guardiola Larang Pemain Manchester City Berpesta Usai Juara Piala FA
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kuba Kehabisan Stok BBM, Cadangan Minyak Kosong
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.