Setelah Donald Trump, China Bersiap Menyambut Vladimir Putin

bisnis.com
13 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Beberapa hari setelah menjamu Presiden AS, China disebut telah dijadwalkan untuk menyambut Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Dilansir dari Oulook India, dalam pernyataan yang dirilis pada hari Sabtu, Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengumumkan jadwal diplomatik tersebut.

“Atas undangan Presiden Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok dari tanggal 19 hingga 20 Mei," bunyi laporan itu, seperti dilansir dari Outlook India.
 
Menariknya, persiapan untuk kunjungan tersebut dilaporkan telah dimulai bahkan sebelum kunjungan Trump menarik perhatian global.

Dalam pengumuman resmi, Kremlin menyatakan bahwa "kunjungan ini dijadwalkan bertepatan dengan peringatan 25 tahun Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama yang Baik, yang menjadi dasar hubungan antarnegara."

Sumber-sumber yang dikutip dalam South China Morning Post mengatakan bahwa kunjungan Putin kemungkinan tidak akan menampilkan 'kemegahan sebesar itu', karena perjalanan Trump membuat para pejabat Tiongkok 'sibuk'.

Bahkan ketika Xi menyoroti perlunya "hubungan Tiongkok-AS yang konstruktif dan stabil secara strategis" di hadapan Trump, hubungan Sino-Rusia secara resmi digambarkan telah mencapai 'tingkat tertinggi dalam sejarahnya'.

Baca Juga

  • "Oleh-oleh" Donald Trump setelah Berkunjung ke China menurut Analis
  • Krisis Hormuz Guncang Pasar Energi, China dan AS Juru Selamat?
  • Dubes RI untuk China: Pertemuan Xi Jinping dan Trump Beri Sinyal Stabilitas

Sembari berupaya menjalin kemitraan daripada persaingan dengan Amerika, China terus memperkuat hubungan perdagangannya dengan Rusia di samping menyelaraskan pendiriannya pada isu-isu global utama.

Kecaman diplomatik terhadap serangan AS-Israel terhadap Iran dan peningkatan perdagangan dua kali lipat setelah tahun 2020 menjadi contoh nyatanya.

Kunjungan terakhir Putin ke China, di Tianjin, untuk Organisasi Kerja Sama Shanghai digambarkan oleh stasiun televisi pemerintah China, CCTV, sebagai "yang paling stabil, matang, dan signifikan secara strategis di antara negara-negara besar."

Digambarkan oleh para komentator sebagai semakin pentingnya diplomasi Tiongkok di tengah gejolak global, kedatangan Putin dibaca bersamaan dengan kunjungan-kunjungan serupa lainnya baru-baru ini di media Tiongkok.

Kekuatan Asia ini telah menjamu semua pemimpin dari empat anggota tetap Dewan Keamanan lainnya, dimulai dengan Macron pada bulan Desember.

Putin diperkirakan akan menghadiri upacara pembukaan peluncuran Tahun Pendidikan Rusia-Tiongkok, dengan rilis Kremlin yang menyatakan bahwa kedua pemimpin akan membahas masalah bilateral saat ini.

Kemudian juga cara untuk lebih memperkuat kemitraan komprehensif dan kerja sama strategis, dan bertukar pandangan tentang masalah internasional dan regional yang penting.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Detik-detik 3 Pemotor Terbang usai Hantam Tiang Buntut Dikejar Kelompok Bersenjata di Tambora
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
BGN Minta Masyarakat Waspadai Penipuan Berkedok Jual-Beli Titik Dapur MBG
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Cara Ikut Lomba Desain Seragam Jukir di Solo, Hadiah Total Rp8 Juta
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Jejak Perkebunan Belanda di Tangerang, Kini Tersisa Bangunan Lapuk
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Viral! Korban Begal Selamatkan Motor dengan Cara Tak Terduga
• 13 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.