Prabowo Bakal Resmikan Penyerahan Alutsista, Rafale Jadi Simbol Modernisasi TNI

bisnis.com
9 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyerahkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) trimatra kepada 3 kepala staf TNI dalam prosesi di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026).

Dihimpun dari berbagai sumber yang diterima Bisnis, penyerahan Alpalhankam (Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan) tersebut menjadi salah satu simbol percepatan modernisasi pertahanan Indonesia yang digencarkan sejak Prabowo menjabat Menteri Pertahanan pada periode 2019—2024.

Sorotan utama dalam agenda tersebut tertuju pada kedatangan 6 jet tempur Dassault Rafale buatan Prancis yang mulai memperkuat armada TNI Angkatan Udara.

Kehadiran Rafale dinilai sebagai tonggak penting transformasi kekuatan udara Indonesia di tengah dinamika keamanan kawasan Indo-Pasifik yang semakin kompleks.

Sebagai tambahan informasi, Indonesia diketahui menandatangani kontrak pembelian 42 unit Rafale dari perusahaan asal Prancis, Dassault Aviation, pada 2022.

Kontrak itu dijalankan bertahap, mulai dari 6 unit pertama, kemudian 18 unit, dan disusul 18 unit tambahan hingga keseluruhan kontrak efektif pada awal 2024.

Baca Juga

  • Prabowo Soroti Inovasi Pangan Polri, dari Briket Tongkol Jagung hingga Pupuk Batu Bara
  • Prabowo Sebut Tragedi Marsinah Tak Seharusnya Terjadi di Negara Berlandaskan Pancasila
  • Prabowo: Bung Karno Bukan Milik Satu Partai, Tapi Seluruh Bangsa Indonesia

Nantinya, 6 Rafale pertama akan diterima Indonesia sepanjang 2026. 3 unit awal dijadwalkan datang lebih dahulu, kemudian disusul 3 unit berikutnya beberapa bulan kemudian.

Pengiriman tahap awal itu telah dimulai sejak Januari 2026 ketika 3 Rafale pertama tiba di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

Jet tempur tersebut menjadi batch perdana dari keseluruhan proyek pengadaan 42 pesawat tempur multirole generasi 4,5 tersebut.

Nilai pengadaan Rafale Indonesia diperkirakan mencapai sekitar US$8 miliar hingga US$11,6 miliar setara dengan sekitar Rp204,19 triliun, tergantung paket persenjataan, dukungan logistik, pelatihan, dan sistem pemeliharaan yang menyertainya.

Rafale sendiri dikenal sebagai pesawat tempur multirole yang mampu menjalankan berbagai misi sekaligus, mulai dari superioritas udara, serangan darat, pengintaian, hingga peperangan elektronik.

Pesawat ini diproduksi dalam standar terbaru F4 yang memiliki peningkatan pada kemampuan network-centric warfare, radar, sensor, serta interoperabilitas sistem tempur modern.

Menurut data Dassault Aviation, hingga akhir 2025 total pesanan Rafale mencapai 533 unit, termasuk 323 unit untuk pasar ekspor. Selain Indonesia, Rafale juga digunakan negara lain seperti India, Mesir, Qatar, Yunani, Kroasia, Uni Emirat Arab, dan Serbia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Rontok 3,76% Tertekan Pelemahan Saham Industri, TPIA, INCO hingga ANTM Loyo
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Lima Amalan Khusus pada Bulan Dzulhijjah Ini Datangkan Pahala Jumbo
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Yafai cedera, laga penyatuan gelar WBC lawan Sandoval ditunda
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Leo/Daniel Juara Thailand Open 2026
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Konflik Iran Belum Reda, Harga Minyak Diproyeksi Tetap Tinggi
• 9 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.