Disdik Makassar Ingatkan Sekolah Segera Update Data Dapodik untuk SPMB 2026

terkini.id
13 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Makassar — Dinas Pendidikan Kota Makassar mengimbau seluruh sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Makassar agar segera melakukan pemutakhiran data peserta didik melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang terintegrasi dengan Kementerian Pendidikan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh data siswa, termasuk profil peserta didik, Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), dan akun belajar.id, tetap valid dan terintegrasi dalam sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menegaskan bahwa proses sinkronisasi data menjadi bagian penting dalam menciptakan layanan pendidikan yang tertib, akurat, dan berbasis digital.

“Kami mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk memastikan data siswa, khususnya kelas akhir, telah diperbarui dan disinkronkan melalui Dapodik,” ujar Achi, Minggu (17/5/2026).

Menurutnya, validitas data sangat menentukan kelancaran proses pendaftaran SPMB 2026 karena NISN peserta didik harus tercatat resmi dalam sistem pusat.

“Data yang valid akan memastikan NISN peserta didik tercatat secara resmi dalam sistem SPMB 2026,” tambahnya.

Achi juga menekankan pentingnya peran operator sekolah dalam melakukan sinkronisasi data secara berkala agar seluruh pembaruan dapat langsung terintegrasi dengan sistem Kementerian Pendidikan.

Selain itu, masyarakat diminta memastikan informasi terkait SPMB hanya diperoleh melalui kanal resmi Dinas Pendidikan Kota Makassar.

Disdik juga menyediakan berbagai kanal digital, termasuk media sosial resmi disdik.kotamksr, QR code pada laman layanan, serta tautan informasi yang dapat diakses masyarakat.

Sebagai upaya mendukung kelancaran pelaksanaan SPMB 2026, Disdik Makassar turut menyediakan grup Telegram resmi sebagai sarana penyampaian informasi dan layanan pengaduan bagi masyarakat yang mengalami kendala teknis selama proses pendaftaran.

“Persiapan sejak awal sangat penting agar proses pendaftaran tidak terkendala,” tutur Achi.

Ia menambahkan, seluruh proses SPMB 2026 dirancang lebih transparan, akuntabel, dan terintegrasi melalui sistem digital Lontara+, sehingga masyarakat dapat memantau proses pendaftaran secara lebih mudah dan terbuka.

Pemerintah Kota Makassar berharap pelaksanaan SPMB 2026 dapat berlangsung tertib, efisien, dan inklusif, sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Kota Makassar.

Disdik juga mengimbau orang tua peserta didik untuk menyiapkan dokumen administrasi sejak dini, seperti akta kelahiran, kartu keluarga, KTP orang tua, hingga ijazah atau surat keterangan lulus dalam format digital agar proses unggah dokumen berjalan lancar.

“Kami mengajak seluruh orang tua untuk memastikan dokumen sudah lengkap dan siap diunggah,” katanya.

Sementara itu, Tim Ahli Pemerintah Kota Makassar Bidang Percepatan Digitalisasi, Andi Gita Namira Patigana, menjelaskan bahwa sistem SPMB Lontara+ menggunakan data NISN yang bersumber langsung dari Kementerian Pendidikan.

Karena itu, setiap sekolah diwajibkan memastikan data siswa telah dilaporkan dan diperbarui secara lengkap melalui Dapodik agar dapat tersinkronisasi dengan sistem pusat.

“Kami telah melakukan penelusuran terkait kendala NISN yang tidak ditemukan saat proses pendaftaran. Data yang digunakan bersumber dari Kementerian Pendidikan, sehingga sekolah wajib terlebih dahulu melaporkan data siswanya agar dapat terbaca dalam sistem,” jelas Gita.

Saat ini, Pemerintah Kota Makassar juga tengah mengidentifikasi sejumlah sekolah yang belum melakukan pelaporan data secara lengkap untuk segera didorong melakukan sinkronisasi.

Gita mengakui bahwa simulasi SPMB yang digelar pada 13–14 Mei 2026 masih menemukan sejumlah kendala teknis. Oleh karena itu, masa simulasi untuk jenjang TK, SD, dan SMP diperpanjang hingga 21 Mei 2026 guna menyempurnakan sistem.

Selain persoalan NISN, sebagian masyarakat juga masih mengalami kebingungan terkait mekanisme login menggunakan NISN.

Dalam sistem tersebut, peserta didik yang NISN-nya telah terdaftar akan otomatis memperoleh akun berupa username dan password untuk mengakses layanan.

Sementara peserta didik yang belum terdaftar diwajibkan melakukan registrasi terlebih dahulu melalui formulir yang tersedia.

“Masih terdapat masyarakat yang belum memahami alur login. Karena itu, kami terus melakukan penyempurnaan agar sistem lebih mudah dipahami dan lebih human-centered,” ujarnya.

Tim teknis Disdik Makassar juga telah melakukan sejumlah penyesuaian terhadap alur pendaftaran berdasarkan masukan masyarakat agar sistem menjadi lebih sederhana dan mudah digunakan oleh orang tua maupun peserta didik.

Simulasi SPMB 2026 sendiri mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, hingga SMP dengan mekanisme pendaftaran yang disesuaikan pada masing-masing jenjang.

Sistem tersebut juga telah mengakomodasi skema zonasi berbasis domisili sebagai bagian dari penerapan seleksi berbasis wilayah.

Untuk mengantisipasi lonjakan akses pengguna, Pemerintah Kota Makassar melalui Disdik turut memperkuat infrastruktur sistem, salah satunya dengan memisahkan server berdasarkan jenjang pendidikan.

“Pemecahan server dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan akses agar sistem tetap stabil. Selain itu, kami juga telah melakukan uji ketahanan sistem hingga tiga kali dengan simulasi beban pengguna yang lebih besar,” tutup Gita.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pernah Merasa Tak Didengar saat Kecil, Surya Saputra Kini Terapkan Gentle Parenting demi Anak
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Orang Tua dan Anak: Dekat Secara Fisik, Jauh Secara Emosional
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Saudi Denda Rp93 Juta bagi Jemaah Haji Tanpa Izin, Pelanggar Terancam Deportasi
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Borneo FC Terpeleset di Jepara! Fabio Lefundes Akui Situasi Makin Sulit usai Gagal Kejar Persib
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
Kisah Dokter Penyelamat di BalikTragedi Stasiun Bekasi Timur
• 13 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.