Cegah Penumpukan, Jemaah Haji Lansia Hanya Melintas di Muzdalifah saat Puncak Haji

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bakal menerapkan skema murur (melintas) di Muzdalifah untuk jemaah haji Indonesia yang lanjut usia (lansia) dan risiko tinggi (risti) pada saat puncak ibadah haji. Melalui skema ini, jemaah lansia dan pendampingnya akan langsung diberangkatkan menuju Mina tanpa harus turun dan mabit di Muzdalifah.

Murur adalah pergerakan jemaah haji dari Arafah dengan bus yang hanya melewati Muzdalifah tanpa turun dari kendaraan. Mereka langsung melanjutkan perjalanan ke Mina untuk melakukan lempar jumrah dan mabit.

Baca Juga :
Mengenal Senam Ergonomik, Olahraga Ringan yang Bisa Bantu Kontrol Asam Urat Hingga Kurangi Stres
Imigrasi Bandara Soetta Tunda Keberangkatan 89 Calon Jemaah Haji Non Prosedural, Modusnya Pakai Visa Kerja

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj, sekaligus Wakil Penanggung Jawab II PPIH Arab Saudi, Puji Raharjo, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi kepadatan di Muzdalifah sekaligus melindungi kondisi kesehatan jemaah yang rentan.

"Karena keterbatasan space di Muzdalifah, nanti sebagian jemaah kita yang risiko tinggi, lansia, punya komorbid dan pendampingnya akan langsung kita bawa ke Mina," kata Puji Raharjo di Mekkah, Arab Saudi, dilansir laman Kemenhaj, Senin, 18 Mei 2026.

Ia menjelaskan, jemaah yang masuk kategori murur nantinya akan langsung menaiki bus dari Arafah menuju Mina setelah menjalani wukuf. Dengan demikian mereka tidak perlu turun di Muzdalifah maupun menunggu hingga tengah malam untuk melanjutkan perjalanan.

"Ini yang mereka tidak harus turun di Muzdalifah dan tidak harus menunggu tengah malam untuk melewati Muzdalifah," ujarnya  Sementara itu, jemaah yang dalam kondisi sehat tetap akan menjalani mabit di Muzdalifah sebelum diberangkatkan menuju Mina setelah lewat tengah malam.

Menurut Puji, saat ini PPIH Arab Saudi bersama Satuan Operasi Armuzna masih memfinalisasi mekanisme teknis, pembagian jemaah, dan SOP pelaksanaan murur maupun tanazul. PPIH juga terus melakukan koordinasi intensif dengan ketua kloter, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan, hingga Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

"Kita berharap semua jemaah bisa mengikuti puncak ibadah haji secara normal, sehat, dan tanpa terkendala hal-hal yang menghambat ibadah," katanya.

Cegah Penumpukan Jemaah di Muzdalifah

Puji menegaskan, kepatuhan jemaah terhadap arahan petugas menjadi faktor penting keberhasilan skema Armuzna tahun ini. Ia berharap persoalan yang pernah terjadi pada musim haji sebelumnya tidak kembali terulang. "Kita tidak ingin ada lagi jemaah yang kesiangan keluar dari Muzdalifah atau sampai harus berjalan kaki karena kepadatan," ujarnya.

Baca Juga :
DPR Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026 Berjalan Lancar: Koordinasi Pemerintah Solid!
Timwas DPR Bertolak ke Saudi, Awasi Penggunaan Dana Haji dan Layanan Jemaah
161 Ribu Jemaah Haji Indonesia Sudah Berada di Mekkah, Bersiap Jalani Puncak Haji 2026

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Bayar Dam Melalui Mekanisme Resmi
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bantah Prabowo, Ekonom: Warga Desa Paling Rentan Kurs Rupiah Anjlok
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Ayu Ting Ting Keciduk Gandengan Sama Kevin Gusnadi: Gak Tau Jodoh ke Depan Gimana
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Klasemen MotoGP 2026 Usai GP Catalunya: Fabio Di Giannantonio Tembus Tiga Besar, Marco Bezzecchi Aman di Puncak
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Kementerian P2MI perkuat kesadaran migrasi prosedural
• 1 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.