Jakarta, tvOnenews.com- Tidak pernah diduga oleh warga Maluku, karena Gubernur Malut Sherly Tjoanda merencanakan bakal kirim 100 sapi ke berbagai wilayah.
Disampaikan pembagian 100 ekor sapi oleh Sherly Tjoanda masuk ke dalam program Strategi Jaga Stabilitas Ekonomi Maluku.
- Instagram @t_jo
Ditambah juga mendekati hari raya Idul Adha, yang identiknya potong hewan kurban. Warga Maluku pun diharap bisa merasakan bantuan tersebut.
"Menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha, Pemprov Maluku Utara telah menyiapkan beberapa langkah taktis," kata Sherly Tjoanda Laos.
Seperti diketahui, berkurban bisa menjadi media menambah amal kebaikan untuk bekal kehidupan di akhirat dengan berbagi.
Maka bisa memberikan pahala yang berlipat-lipat bagi setiap umat Muslim yang menggunakan sebagian hartanya untuk berkuban. Dagingnya yang bisa dinikmati umat agama lainnya.
Fakta mengejutkan disampaikan Gubernur Maluku Utara itu, ketergantungan Maluku Utara terhadap pasokan luar daerah, di mana 80% beras masih didatangkan dari luar.
Ditambah belum adanya produksi mandiri untuk ayam potong dan telur. Lalu Pemerintah Provinsi Maluku Utara tengah menjajaki kerja sama dengan beberapa investor untuk pengembangan lahan peternakan seluas 5-10 hektar.
- Instagram @t_jo
Target kedepannya, dikatakan pada tahun 2026, Maluku Utara bisa memiliki peternakan ayam petelur sendiri untuk memangkas selisih harga telur yang saat ini mencapai 50% lebih mahal, dibandingkan harga di Pulau Jawa dan Sulawesi.
"Kami juga sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk memastikan pemenuhan kuota stok Minyak Kita yang seharusnya 600.000 liter, namun saat ini baru tersedia 100.000 liter di gudang," katanya dikutip dari malutprov, Minggu (17/5).
Dalam hal ini, Menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha, Pemprov Maluku Utara telah menyiapkan beberapa langkah seperti:
Pertama, Gerakan Pangan Murah (GPM) akan dilaksanakan secara rutin di 10 Kabupaten/Kota untuk komoditas beras, bawang, cabai, dan tomat.
Kedua, Distribusi Hewan Kurban, Pemprov Malut telah menganggarkan 100 ekor sapi untuk didistribusikan secara proporsional ke seluruh Kabupaten/Kota.
Ketiga, Peningkatan Produksi Pertanian, melalui bantuan Kementerian Pertanian, Maluku Utara mendapatkan kuota cetak sawah baru seluas 10.000 hektar dan aktivasi kembali sawah seluas 4.600 hektar di Halmahera Utara dan Halmahera Timur.




