Cara Memilih Hewan Kurban yang Layak dan Sehat, Dinas Pertanian Jakarta Beberkan Ciri-cirinya

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Membeli hewan kurban juga harus sesuai dengan syariat Islam. Yakni hewan harus sehat, tidak cacat, dan tidak kurus. 

Cara Memilih Hewan Kurban yang Layak dan Sehat, Dinas Pertanian Jakarta Beberkan Ciri-cirinya. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Bagaimana cara memilih hewan kurban yang layak dan sehat? Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian DKI Jakarta (KPKP) terus mengawasi penjualan hewan kurban menjelang Iduladha 2026, tetapi masyarakat tetap diimbau untuk teliti dalam memilih. 

Setiap tahun, umat Islam membeli hewan kurban berupa sapi, kambing, atau domba. Banyak di antaranya telah berulang kali berkurban satu ekor utuh, tetapi ada pula yang baru berkurban satu ekor untuk pertama kalinya. 

Baca Juga:
Pramono Pastikan Harga Hewan Kurban di Jakarta Masih Stabil Jelang Iduladha 2026

Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui ciri-ciri hewan kurban yang layak dan sehat untuk dikurbankan pada hari raya. Membeli hewan kurban juga harus sesuai dengan syariat Islam. Yakni, hewan harus sehat, tidak cacat, dan tidak kurus. 

Selain itu, hewan kurban juga harus berjenis kelamin jantan, tidak dikebiri, serta memiliki dua buah zakar yang lengkap dan simetris. 

Baca Juga:
Jelang Iduladha, Kementan Catat Ketersediaan Hewan Kurban Surplus 891 Ribu Ekor 

Hewan kurban juga wajib memenuhi syarat usia, yakni kambing atau domba minimal berusia di atas satu tahun, sedangkan sapi atau kerbau di atas dua tahun yang ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, menyampaikan bahwa hewan kurban yang sehat umumnya memiliki mata cerah dan bersih, hidung lembap alami, bulu bersih, tidak kusam, serta nafsu makan baik dan aktif bergerak.

Baca Juga:
Pedagang Hewan Kurban di Jakarta Dilarang Berjualan di Trotoar dan Fasilitas Umum

“Syarat hewan kurban yang sehat merupakan salah satu syarat penting agar ibadah kurban sah, aman dikonsumsi, dan memenuhi prinsip kesejahteraan hewan,” kata Hasudungan dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026).

Tak hanya itu, ia menambahkan hewan kurban yang sehat juga memiliki kotoran normal dan tidak diare, tidak mengalami batuk, pilek, maupun sesak napas. Serta bebas dari luka, benjolan, dan penyakit kulit menular. 
 
“Suhu tubuh normal dan tidak demam,” sambungnya.

Di sisi lain, untuk mengantisipasi penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Dinas KPKP DKI Jakarta melakukan pemeriksaan antemortem di lapak penjualan hewan kurban di lima wilayah kota administrasi. 

Hasudungan menyebutkan bahwa hewan kurban yang baru datang akan ditempatkan secara terpisah dari hewan yang sudah ada berdasarkan jenisnya.

Sementara untuk hewan yang terlihat sakit, cacat atau pincang dan tidak cukup umur akan ditempatkan pada kandang terpisah.

“Kandang untuk memisahkan hewan sakit harus berjarak dengan kandang hewan sehat dan memiliki atap untuk menghindari panas matahari dan hujan,” kata Hasudungan.

(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Bimbang, Lanjutkan LRT Manggarai-Dukuh Atas atau Ancol-PIK 2
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Tendangan Kungfu di EPA Jadi Alarm Keras, I.League Siapkan Hukuman Lebih Tegas
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Penjelasan Polisi soal Perempuan Ngaku Jadi Korban Kriminalisasi di Sleman
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Terhalang Awan, Hilal Zulhijjah Tak Terlihat di Rumah Falak Pondok Labu Jaksel
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Peternak Bantul Bangga Sapi Mbah Iran Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo
• 23 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.