Bantargebang Kini Disebut Jadi “Bom Waktu” bagi Jakarta

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota DPRD DKI Jakarta menyoroti kondisi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang disebut menjadi salah satu penyumbang emisi gas metana terbesar di dunia.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Hardiyanto Kenneth mengatakan, persoalan sampah di Jakarta kini tidak lagi sekadar soal kebersihan kota, tetapi sudah menjadi ancaman lingkungan dan kesehatan publik.

“Ini adalah alarm besar bagi DKI Jakarta. Ketika Bantargebang disebut sebagai salah satu penyumbang gas metana terbesar di dunia, maka kita tidak boleh lagi menganggap persoalan sampah hanya urusan pengangkutan dan pembuangan akhir semata,” ujar Kenneth kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Minggu (17/5/2026).

Baca juga: Kurangi Beban TPS Bantargebang, 153 Pasar di Jakarta Wajib Pilah Sampah

Gas metana dari timbunan sampah organik dianggap memiliki dampak besar terhadap lingkungan karena daya rusaknya terhadap atmosfer lebih kuat dibanding karbon dioksida.

Menumpuknya sampah jakarta

Kenneth mengatakan, tingginya volume sampah harian Jakarta membuat Bantargebang terus menjadi titik akumulasi sampah dalam jumlah besar.

“Jakarta memproduksi sampah dalam jumlah sangat besar setiap hari, sementara pola pengelolaan kita masih bertumpu pada sistem kumpul-angkut-buang. Akibatnya, Bantargebang menjadi titik akumulasi sampah raksasa yang terus memproduksi gas metana,” kata dia.

Ia menilai kondisi tersebut harus menjadi momentum bagi Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan perubahan total dalam sistem pengelolaan sampah.

Baca juga: Pemprov Jakarta Targetkan Setop Buang Sampah ke Bantargebang Mulai 2027

Menurut Kenneth, Jakarta tidak bisa terus bergantung pada Bantargebang sebagai tempat pembuangan akhir utama karena kapasitas dan beban lingkungannya semakin berat.

“Sudah saatnya Jakarta melakukan revolusi pengelolaan sampah berbasis pengurangan dari sumber, pemilahan rumah tangga, penguatan daur ulang, hingga pemanfaatan teknologi pengolahan modern yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Mendorong teknologi pengolahan

Kenneth juga meminta Pemprov DKI mempercepat pengembangan fasilitas pengolahan sampah modern seperti Refuse Derived Fuel (RDF), waste to energy, hingga penangkapan gas metana untuk dikonversi menjadi energi.

“Kita harus berani berinvestasi pada teknologi pengolahan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan. Banyak negara sudah menjadikan sampah sebagai sumber energi dan sumber ekonomi baru,” kata dia.

Baca juga: Program Pilah Sampah Sendiri Dimulai Besok, Pramono: Tak Bisa Lagi Andalkan Bantargebang

Selain itu, ia menyoroti dampak yang dirasakan masyarakat sekitar Bantargebang, mulai dari pencemaran udara, bau menyengat, hingga gangguan kesehatan.

“Warga di sekitar Bantargebang sudah terlalu lama menjadi pihak yang menanggung beban dari sampah Jakarta,” ujar Kenneth.

Masuk sorotan dunia

Sebelumnya, laporan terbaru Institut Emmett di Fakultas Hukum University of California Los Angeles (UCLA) menempatkan TPST Bantargebang di posisi kedua sebagai lokasi sektor limbah dengan emisi gas metana terbesar di dunia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dalam laporan berjudul Spotlight on the Top Methane Plumes in 2025; Landfills yang dirilis pada 20 April 2026 itu, Bantargebang disebut menghasilkan emisi metana sekitar 6,3 ton per jam.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pantauan di Manado Jelang Prediksi Idul Adha 2026 | BREAKING NEWS
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Menginjak Usia 64 Tahun, Menwa Jayakarta Tegaskan Peran Nyata sebagai Wadah Strategis Penghimpun Kekuatan Bela Negara di Perguruan Tinggi
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
BEI Soroti Perubahan Penggunaan Dana IPO DIVA, Ini Jawaban Manajemen
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Kronologi Bocah 11 Tahun di Riau Tewas Usai Disebut Kerasukan dan Diobati sang ART, Begini Akhirnya
• 51 menit lalugrid.id
thumb
Ramalan Keuangan Zodiak Minggu Ini, 18–24 Mei 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo
• 14 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.