Olok-olok Prabowo Soal Masyarakat Desa Tak Pakai Dolar Bikin Rupiah Makin Anjlok

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Rupiah terus mengalami pelemahan, dimana pada perdagangan di pasar spot pada Senin, 18 Mei 2026 hingga pukul 10.26 WIB, rupiah ditransaksikan di Rp 17.676 per dolar AS.

Posisi itu melemah 79 poin atau 0,45 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.597 per dolar AS.

Baca Juga :
Rupiah Anjlok ke Rp 17.658 seiring Kritisnya Negosiasi Iran-AS, BI Bakal Intervensi Pasar Domestik
Viral Video Lawas BJ Habibie Soal Pelemahan Rupiah, Pesannya Jadi Sorotan

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah ini merupakan reaksi atas pernyataan Presiden Prabowo, yang terlihat seperti menganggap enteng penguatan dolar terhadap rupiah.

Tumpukan uang rupiah dengan berbagai nominal
Photo :
  • istockphoto.com

Utamanya setelah beberapa hari lalu Prabowo mengatakan bahwa orang desa yang tidak berpengaruh sama sekali, karena mereka tidak menggunakan dolar.

"Rupanya pernyataan dari Presiden Prabowo ini juga berakibat fatal terhadap pelemahan mata uang rupiah," kata Ibrahim dalam pesan suara yang diterima VIVA, Senin, 18 Mei 2026.

Dia mengatakan, publik mengetahui bahwa pada saat dolar AS dan harga minyak mengalami penguatan kemudian berdampak terhadap impor minyak yang begitu besar yakni 1,5 juta barel per hari, maka hal itu akan sangat memberikan tekanan terhadap rupiah.

Kondisi itu juga masih ditambah dengan musim pembagian dividen perusahaan, dan tren masyarakat yang berpindah menabung dari dari tabungan rupiah ke valuta asing.

"Ini membuat rupiah terus mengalami pelemahan, ditambah dengan olok-olok dari Presiden Prabowo sendiri yang mengatakan pelemahan mata uang rupiah ini tidak berdampak terhadap masyarakat di kampung yang disebut tidak mengenal yang namanya dolar AS," ujar Ibrahim.

Dia berpendapat, sebenarnya apa yang dikatakan oleh Prabowo merupakan bentuk olok-olok terhadap para pembantu atau para menteri di kabinetnya sendiri. Yakni soal kenapa para menterinya tidak bisa membuat rupiah mengalami penguatan.

"Banyak orang yang menganggap bahwa olok-olokan ini dijadikan alasan oleh pasar, bahwa Prabowo saat ini dalam kondisi bingung, kenapa rupiah terus mengalami pelemahan yang cukup signifikan," kata Ibrahim.

Dia menekankan, seharusnya pemerintah memberikan suatu masukan tentang bagaimana kebutuhan minyak yang cukup tinggi, kemudian akan ada B50 sebagai pendamping dari bahan bakar fosil.

Lalu misalnya kemudian soal bagaimana cara menangani krisis agar rupiah ini kembali menguat, sebagai hal yang seharusnya dilakukan oleh Presiden Prabowo alih-alih melakukan olok-olok soal masyarakat desa yang tidak menggunakan dolar AS tersebut.

Baca Juga :
Dukungan terhadap Program Prioritas Pemerintah Terus Menguat
Rupiah Terus Anjlok, Anggota DPR Minta Pemerintah Lakukan Ini!
DPR Sebut Prabowo Ingin Tenangkan Rakyat soal Rupiah Anjlok: Yang Terpengaruh Dolar Orang Kaya

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AS Disebut Temukan 4 Alien dari UFO Jatuh
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Daftar Bunga Deposito Terbaru BRI, BNI dan Mandiri per 18 Mei 2026
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Denting Palu dari Matraman Jaktim: Kisah Erwin 30 Tahun Membuat Pelat Nomor Secara Manual
• 16 menit lalukompas.com
thumb
YouTube hadirkan pendeteksi "deepfake" untuk kreator berusia 18 tahun
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Polisi Soal Wagub Sumbar Kecelakaan: Tabrak Tumpukan Pasir dan Truk Parkir
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.