Kasus Kartu Pokémon di Soetta Viral, Klarifikasi Bea Cukai Malah Banjir Komentar Negatif Warganet

eranasional.com
1 jam lalu
Cover Berita

Tangerang, ERANASIONAL.COM – Klarifikasi yang disampaikan Bea Cukai Soekarno-Hatta terkait viralnya seorang wanita menangis usai diperiksa petugas bandara justru menuai gelombang kritik dari warganet.

Alih-alih meredam polemik, penjelasan resmi yang diunggah melalui akun media sosial @BeacukaiSoetta dan @beacukairi malah memicu banjir komentar negatif dari masyarakat.

Dalam unggahannya, Bea Cukai menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap penumpang berinisial JES dilakukan sesuai prosedur dan mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34 Tahun 2025 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Barang Bawaan Penumpang.

“Setiap barang impor yang dibawa penumpang wajib diberitahukan kepada petugas Bea dan Cukai untuk dilakukan pemenuhan kewajiban pabean,” tulis Bea Cukai dalam klarifikasinya dikutip, Senin (18/5/2026).

Bea Cukai menyebut, pemeriksaan dilakukan terhadap bagasi JES yang baru tiba dari luar negeri pada Rabu (13/5/2026). Petugas menduga barang bawaan berupa kartu dan mainan Pokémon mengarah pada kategori barang dagangan atau commercial goods.

Dalam penjelasan itu, Bea Cukai juga membeberkan bahwa kartu Pokémon tertentu memiliki nilai fantastis, mulai dari Rp100 ribu hingga Rp100 juta per kartu, bahkan ada yang disebut mencapai Rp1,5 miliar.

Tak hanya itu, Bea Cukai turut mengungkap alasan munculnya kecurigaan terhadap penumpang tersebut. Salah satunya karena frekuensi perjalanan luar negeri yang dianggap cukup tinggi dalam waktu berdekatan sehingga memunculkan indikasi sebagai pelaku jasa titip atau jastip.

“Indikasi sebagai jastip didasarkan pada data perlintasan yang menunjukkan penumpang melakukan perjalanan luar negeri dengan frekuensi tinggi,” tulisnya.

Meski demikian, Bea Cukai mengakui bahwa penumpang telah menunjukkan invoice pembelian dan menyatakan barang tersebut hanyalah oleh-oleh untuk anak-anaknya, bukan untuk diperjualbelikan.

“Atas dasar tersebut, barang bawaan dibebaskan dari pengenaan Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI), dan penumpang melanjutkan perjalanan,” lanjut keterangan itu.

Bea Cukai juga membantah tudingan intimidasi yang sebelumnya ramai diperbincangkan publik.

“Terkait narasi bahwa penumpang menangis akibat tindakan intimidasi, narasi tersebut tidak benar. Dalam melaksanakan ketentuan kepabeanan kami selalu mengedepankan integritas dan profesionalisme,” tulis Bea Cukai.

Namun, klarifikasi tersebut rupanya gagal mendapat simpati publik. Kolom komentar akun media sosial Bea Cukai justru dipenuhi kritik tajam dari warganet yang menilai penjelasan tersebut terkesan defensif dan tidak menyentuh inti persoalan.

Banyak netizen mempertanyakan mengapa seorang ibu yang mengaku membawa oleh-oleh untuk anak-anaknya harus sampai menangis dalam proses pemeriksaan.

“Jujur saja nanti saya bantu. Bantu apa nih?” tulis akun @nvladtyaa_ dalam kolom komentar.

Komentar lain juga menyinggung pernyataan Bea Cukai terkait harga kartu Pokémon yang disebut bisa mencapai miliaran rupiah.

“1 kartu beli 3 ribu bisa jual 1,5 M? Wah bisa kerja nih pengadaan kartu Pokémon,” sindir akun @atandiono85.

Tak sedikit pula yang menyindir respons Bea Cukai yang dianggap baru bergerak setelah kasus viral di media sosial.

“Nunggu berapa hari baru klarifikasi. Aduan masyarakat yang merasa dirugikan kenapa gak dibalas-balas?” tulis akun @aditya_elang_.

Sementara akun lain menilai klarifikasi tersebut justru semakin memperburuk citra Bea Cukai di mata publik.

“Masih percaya sama pemerintah? Kalau saranku sih jangan,” tulis akun @_emaldi disertai emoji tertawa.

Meski begitu, ada pula sebagian warganet yang membela langkah pemeriksaan Bea Cukai dan menilai barang bawaan tersebut memang patut dicurigai sebagai barang jastip.

“Udah dibilangin, jastip boleh tapi bayar pajak, malah playing victim,” komentar akun @rezatriapr.

Hingga berita ini diturunkan, polemik pemeriksaan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta tersebut masih ramai diperbincangkan di media sosial dan terus memicu perdebatan di tengah masyarakat. [FY]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Armuzna Semakin Dekat, Pemerintah Fokuskan Layanan Haji di Makkah
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Imigrasi Soekarno-Hatta Tunda Keberangkatan 89 Calon Haji Nonprosedural
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Alyssa Daguise Sebut Lahiran Normal Seperti Marathon, Ini Dia Latihan Fisik yang Dipersiapkannya!
• 1 menit lalugrid.id
thumb
Heboh Pria Tewas usai Dilempar dari Lantai 2 Pasar Grogol saat Main Biliar, Polisi Buru Pelaku
• 26 menit laludisway.id
thumb
Penting Dibacakan Orang Tua, Amalkan Doa Nabi Ibrahim AS Tertulis dalam Al Quran agar Dikaruniai Anak Saleh
• 5 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.