Awal Pekan, IHSG Melemah Seiring Kekhawatiran Era Tingginya Suku Bunga Imbas Konflik

suarasurabaya.net
5 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada, Senin (18/5/2026), bergerak melemah seiring kekhawatiran pelaku pasar terhadap era suku bunga tinggi akibat ketidakpastian konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang menyebabkan harga minyak mentah naik.

IHSG dibuka melemah 94,34 poin atau 1,40 persen ke posisi 6.628,98. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 9,37 poin atau 1,42 persen ke posisi 648,51.

“Diperkirakan jika IHSG breakdown level 6.700, berpotensi menguji level 6.500- 6.550 pada pekan ini,” ujar Ratna Lim Kepala Riset Phintraco Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin yang dikutip Antara.

Dari mancanegara, konflik antara AS dengan Iran masih akan berpengaruh terhadap pergerakan indeks bursa global selama pekan ini, di tengah naik turunnya eskalasi antara kedua negara tersebut.

Yield US Treasury mengalami peningkatan, dengan tenor 30 tahun mencapai 5,1 persen, di tengah kekhawatiran terhadap inflasi dan kenaikan suku bunga global akibat kenaikan harga minyak mentah.

Pelaku pasar akan mencermati rilis FOMC Minutes dari bank sentral AS The Fed, yang mana pelaku pasar mencari indikasi arah suku bunga setelah data inflasi AS lebih tinggi dari perkiraan.

Sementara itu, pertemuan antara Donald Trump Presiden AS dan Xi Jinping Presiden China berakhir tanpa adanya kesepakatan besar, sehingga membuat pelaku pasar kecewa.

Dari China, pelaku akan mencermati sejumlah data ekonomi, seperti industrial production dan retail sales. Bank Sentral China (PBoC) diperkirakan mempertahankan suku bunga pinjaman utama 1 tahun dan 5 tahun masing-masing tetap di level 3 persen dan 3,5 persen.

Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang diperkirakan akan mempertahankan BI Rate tetap di 4,75 persen pada Rabu (20/5).

Selain itu, pelaku pasar akan mencermati rilis pertumbuhan kredit, transaksi berjalan kuartal I-2026, serta M2 Money Supply selama pekan ini.

Sementara itu, FTSE Russell menyatakan telah meninjau perkembangan pasar modal Indonesia, namun masih menunda pemeringkatan ulang indeks secara penuh, kenaikan free float dan penambahan saham baru (IPO) hingga review September 2026.

Pada perdagangan Jumat (15/5/2026) pekan kemarin, bursa saham Eropa kompak melemah, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 1,81 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 1,71 persen, indeks DAX Jerman melemah 2,07 persen, serta indeks CAC 40 Prancis melemah 1,60 persen.

Bursa AS Wall Street juga kompak melemah pada Jumat (15/05), diantaranya Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 1,07 persen ke 49.526,17, indeks S&P 500 melemah 1,24 persen ke 7.408,50, dan indeks Nasdaq Composite melemah 1,54 persen ke 29.125,20.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 591,79 poin atau 0,96 persen ke 60.817,50, indeks Shanghai melemah 8,13 poin atau 0,21 persen ke 4.126,51, indeks Hang Seng melemah 375,23 poin atau 1,45 persen ke 25.587,50, dan indeks Strait Times melemah 16,56 poin atau 0,33 persen ke 4.972,5. (ant/bil/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkot Makassar Perkuat Transparansi SPMB 2026, Monitoring Real Time dan Layanan Aduan Ditingkatkan
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Tak Hanya Bobby Nasution, Prabowo Juga Singgung Wali Kota Medan, Rico Waas Mohon Maaf ke Presiden
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Kakorlantas Ungkap Tidak Ada Kemacetan Menonjol Pada Long Weekend
• 15 jam laludetik.com
thumb
Penumpang KAI Tembus 923 Ribu saat Libur Panjang
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Kuota Magang Nasional 2026 Naik Jadi 150 Ribu, Peserta Digaji Setara UMP
• 13 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.