Operasi Plastik Jadi Tren Baru di Kalangan Tentara Korea Selatan

tabloidbintang.com
12 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Tren operasi plastik di kalangan tentara muda Korea Selatan kini mulai menimbulkan masalah baru di lingkungan militer. Sejumlah prajurit generasi Z dilaporkan menjalani prosedur kecantikan saat masih aktif bertugas, mulai dari operasi kelopak mata hingga operasi hidung.

Bayangkan seorang tentara berkata kepada komandannya, “Maaf komandan, hasil operasi kelopak mata saya belum sembuh jadi tak bisa ikut latihan.”

Meski terdengar seperti lelucon, situasi semacam itu ternyata benar-benar terjadi di militer Korea Selatan. Menurut laporan The Korea Times, para tentara yang masih dalam masa pemulihan operasi plastik mulai mengganggu kesiapan operasional satuan militer.

Seorang pemimpin peleton di unit garis depan Angkatan Darat Korea Selatan mengungkapkan bahwa ia terpaksa mencoret seorang kopral dari latihan musim dingin penting karena tentara tersebut baru saja menjalani operasi hidung atau rhinoplasty.

“Saya panik karena dia menjalani operasi hidung tanpa memberi tahu siapa pun tepat sebelum latihan,” ujar sang perwira.

Kasus serupa juga dialami komandan lain yang harus membebastugaskan seorang prajurit dari tugas jaga malam lantaran matanya masih bengkak parah setelah operasi kelopak mata ganda.

Akibatnya, rekan-rekan sesama tentara harus menggantikan jadwal jaga mereka. Situasi ini tentu memicu keluhan karena beberapa prajurit harus bekerja ekstra akibat keputusan temannya melakukan “upgrade penampilan”.

Tak hanya itu, orang tua para tentara juga dilaporkan meminta tugas yang lebih ringan untuk anak mereka selama masa pemulihan operasi.

Meski belum ada data resmi mengenai jumlah tentara yang menjalani operasi plastik, sejumlah klinik kecantikan mengaku melihat peningkatan pasien dari kalangan militer aktif.

Dulu, prosedur semacam ini lebih sering dilakukan menjelang akhir masa wajib militer, ketika tentara memanfaatkan cuti panjang sebelum kembali ke kehidupan sipil. Namun kini, tren tersebut mulai bergeser.

Seorang manajer konsultasi di klinik bedah plastik kawasan Gangnam mengaku menerima dua hingga tiga tentara aktif setiap minggu yang berkonsultasi mengenai operasi mata dan hidung.

Salah satu tentara berusia 22 tahun bermarga Choi bahkan mengaku menabung uang tunjangan militernya sebesar 1,2 juta won per bulan demi bisa menjalani operasi kelopak mata.

Klinik-klinik kecantikan pun disebut mulai agresif menyasar tentara aktif melalui iklan diskon khusus militer serta informasi penggunaan asuransi kesehatan pribadi untuk menekan biaya operasi.

Bahkan, salah satu klinik disebut menawarkan diskon militer hingga 40 persen kepada seorang reporter yang menyamar sebagai tentara.

Fenomena ini pun memicu perdebatan di Korea Selatan mengenai gaya hidup generasi muda di militer, sekaligus tantangan baru bagi komandan dalam menjaga kesiapan pasukan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
ULM Perluas Jejaring Global Lewat Program Pengabdian Masyarakat di Malaysia
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Urus HGB Jadi SHM Semakin Mudah, Biaya Murah dan Proses Cepat
• 2 jam laludisway.id
thumb
Pertanian U-46 Juara 2 Turnamen IKA Unhas-AAS Cup II 2026
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Kolaborasi Pendanaan Lintas Instansi Percepat Pemulihan Pascabencana di Sumatera
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Pelindo Parepare Siagakan Layanan Pelabuhan Jelang Iduladha 2026
• 12 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.