REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dampak perang Iran VS Israel-AS kini mulai terasa hingga industri makanan ringan Jepang. Sejumlah produk camilan populer di negara tersebut akan tampil dengan kemasan hitam putih setelah terganggunya pasokan nafta yaitu produk turunan minyak yang digunakan sebagai bahan baku tinta berwarna.
Perusahaan camilan yang berbasis di Tokyo, Calbee Inc, mengumumkan, mulai 25 Mei 2026 sebanyak 14 produk akan menggunakan desain kemasan baru monokrom alias hitam putih. Keputusan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas produksi dan distribusi di tengah tekanan geopolitik di Timur Tengah.
Baca Juga
Rapper Drake Kritik DJ Khaled karena Bungkam Terhadap Isu Palestina
Hormon Berantakan Bikin Sulit Konsentrasi? Yuk Perbaiki dengan Makanan Ini
Menlu Jepang Sebut Kapal Tanker Lolos dari Selat Hormuz Tanpa Bayar Tol
Dalam pernyataannya, Calbee yang memproduksi keripik kentang dan sereal itu menegaskan bahwa perubahan hanya terjadi pada tampilan luar produk. Adapun isi dan kualitas makanan ringan yang dijual tetap sama seperti sebelumnya.
"Langkah ini dimaksudkan untuk membantu menjaga pasokan produk secara stabil. Berapa lama perubahan ini akan berlangsung, masih belum jelas," kata perusahaan itu, dilansir laman NPR, Senin (18/5/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Belanja di swalayan (ilustrasi). - (www.freepik.com)
Salah satu produk Calbee yang terdampak adalah keripik kentang dengan cita rasa gurih atau dikenal sebagai "usu shio". Keripik ini sebelumnya hadir dalam kemasan berwarna oranye terang dengan ilustrasi keripik kentang dan maskot manusia kentang yang mengenakan topi. Dalam kemasan terbaru, desain itu berubah menjadi dominasi tulisan monokrom tanpa elemen warna mencolok.