Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut penyerahan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) strategis kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi bagian dari upaya modernisasi pertahanan yang telah dimulai sejak Presiden Prabowo Subianto masih menjabat Menteri Pertahanan.
Hal itu disampaikan Teddy melalui unggahan akun Instagram @sekretariat.kabinet, Senin (18/5), terkait penyerahan alutsista strategis di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
"Langit Indonesia harus aman, kedaulatan tidak bisa ditawar," tulis Teddy dalam unggahan tersebut.
Ia menjelaskan, penguatan pertahanan udara dilakukan melalui penyerahan sejumlah alutsista strategis untuk memperkuat postur pertahanan nasional secara komprehensif.
"Presiden Prabowo Subianto menyerahkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) strategis kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) guna memperkuat postur pertahanan udara Indonesia secara komprehensif," tulisnya.
Menurut Teddy, langkah tersebut merupakan kelanjutan dari program modernisasi alutsista yang telah dirancang sejak Prabowo menjabat Menteri Pertahanan dan kini terus diperkuat dalam kapasitasnya sebagai Presiden.
"Langkah ini merupakan bagian dari upaya modernisasi alutsista yang telah dimulai sejak Presiden menjabat sebagai Menteri Pertahanan, dan kini terus diperkuat dalam kepemimpinan beliau sebagai Presiden Republik Indonesia," lanjutnya.
Adapun alutsista yang diserahkan terdiri atas enam pesawat tempur multi peran Dassault Rafale buatan Prancis dari total 42 unit pesanan, dua pesawat angkut multi peran transport/tanker Airbus A-400M MRTT dari total dua unit pesanan, serta enam pesawat jet transport Dassault Falcon 8X dari total enam unit pesanan.
Selain itu, pemerintah juga menyerahkan Radar Ground Control Interceptor (GCI) Thales buatan Prancis dari total 25 unit pesanan, rudal udara jarak jauh Meteor buatan konsorsium Eropa MBDA, serta Smart Bomb Hammer buatan Safran Prancis.
Teddy menilai kehadiran berbagai platform pertahanan tersebut menandai langkah strategis pemerintah dalam membangun sistem pertahanan udara nasional yang semakin terintegrasi.
"Kehadiran berbagai platform pertahanan udara ini menandai langkah strategis pemerintah dalam membangun kekuatan udara yang terintegrasi," tulis Teddy.





