Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan mengumumkan hasil uji laboratorium Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproduksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bubutan Tembok Dukuh pada Senin (11/5/2026) lalu.
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menyebut, akan merilis hasil uji lab untuk mengumumkan kebenaran dugaan penyebab keracunan 200 siswa sekolah karena MBG.
“Maka ketika ada keracunan, maka saya minta ada sanksi yang tegas kepada SPPG. Apakah SPPG ini ditutup? Apakah SPPG ini salah?,” katanya, Senin (18/5/2026).
Jika benar MBG penyebab keracunan, ia minta Badan Gizi Nasional (BGN) memberi sanksi ke SPPG.
Ia juga minta BGN mengkoordinasikan jumlah dan lokasi SPPG yang belum memiliki SLHS. Ia memastikan pemkot akan mempercepat pemberian rekomendasi.
“Karena tadi disampaikan SPPG ini harus memiliki sertifikat laik higine sanitasi (SLHS). Tetapi ada SPPG yang tidak memiliki itu. Sedangkan kami di Pemerintah Kota Surabaya juga belum tahu SPPG di Surabaya itu mana saja. Karena yang untuk menentukan itu kan bukan dari pemerintah kota. Maka dari kebijakan dan itu kami berharap segera disampaikan ke kami SPPG mana, maka kami pastikan kami tidak akan mempersulit,” bebernya.
Sementara penerbitan SLHS dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Kalau perannya pemkot itu adalah ketika kami tahu SPPG-nya itu ada di mana saja. Maka ketika BGN itu menentukan SPBG, maka insyaAllah kalau disampaikan ke kami, kami bisa membantu terkait dengan percepatan SLHS,” bebernya.
Pemkot memastikan akan mendukung program MBG dan pendirian SPPG dengan mengecek kelayakan bangunan sebelum memberi rekomendasi SLHS.
Sebelumnya Dokter Billy Daniel Messakh Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya memperkirakan hasil uji lab MBG akan keluar hari ini sejak diuji usai kejadian. (lta/iss)




