Koalisi Pemerintah Gaduh, Alasan Anwar Ibrahim Ingin Bubarkan Parlemen Malaysia

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim mengisyaratkan kemungkinan pembubaran Parlemen untuk menggelar pemilihan umum ke-16 (GE16) lebih awal jika mitra koalisi dalam Pemerintahan Persatuan terus bertindak untuk merusak stabilitas politik.

Anwar, yang juga ketua Pakatan Harapan (PH), mengatakan sikap tersebut diambil menyusul tindakan UMNO dan Barisan Nasional (BN) yang memperebutkan semua kursi di Johor. Menurutnya, jika mitra koalisi memilih untuk 'bertengkar' dan memutuskan hubungan, ia tidak akan ragu untuk mengembalikan mandat kepada rakyat untuk menentukan masa depan kepemimpinan negara.

Baca Juga :
Anwar Ibrahim Ancam Bubarkan Parlemen Malaysia, Siap Gelar Pemilu Lebih Awal
Insiden Kapal Tenggelam di Perairan Perak Malaysia: 39 WNI Ditemukan, 16 Orang Tewas

"Bahkan, dalam waktu dekat saya harus memanggil pimpinan PH untuk bernegosiasi. Tidak hanya di negara bagian ini, tetapi kita harus berpikir serius. Jika seperti inilah cara kita memecah belah dan memutuskan hubungan di dalam pemerintahan, mungkinkah kita akan memilih untuk menggelar pemilihan umum secara nasional?" katanya di puncak Konvensi PH 2026 di Pusat Konvensi Internasional Johor Persada, Minggu, 17 Mei 2026.

Anwar mengatakan bahwa meskipun keputusan akhir tentang tanggal Pemilu adalah hak prerogatif Perdana Menteri, ia tetap akan berdiskusi dengan pimpinan PH sebelum mengambil langkah drastis.

Ia juga memberikan peringatan keras bahwa PH siap mengajukan kandidat di semua kursi di Johor, Negeri Sembilan, Selangor, Melaka, Penang, dan Pahang jika negosiasi politik menemui jalan buntu. "Jika ini pilihan mereka, PH akan berkompetisi di semua wilayah di negara bagian Johor, di Negeri Sembilan, semua wilayah… dan kami akan memantau semuanya. Saya akan berdiskusi (dengan) teman-teman saya, apakah kita siap untuk segera melakukannya (Pemilu)?" katanya.

Meskipun sikapnya tegas, Anwar menggarisbawahi preferensi untuk kesabaran dan dialog, menekankan bahwa stabilitas politik tetap menjadi kunci untuk menjaga kemakmuran ekonomi negara.

"Tetapi seperti yang saya katakan sebelumnya, jika mereka yang mulai mengancam, kami akan merespons dengan tegas. Jika mereka bernegosiasi dengan baik, kami adalah orang-orang yang baik, sabar, bijaksana dan ingin menyelamatkan negara ini,"  tambahnya.

Perdana Menteri menyerukan seluruh mesin PH untuk tetap siaga, siap membela prinsip-prinsip partai jika terjadi pemilihan umum mendatang. (Bernama)

Baca Juga :
Patah Kaki dan Luka di Kepala, WNI Korban Penyekapan dan Penganiayaan di Malaysia Berhasil Diselamatkan
Slamet Ariyadi Optimis BM PAN Perkuat Elektabilitas Partai Tembus Target 3 Besar Pemilu 2029
Cerita PM Malaysia Anwar Ibrahim Habiskan Anggaran Rp 4,4 Triliun Perbaiki Toilet Sekolah

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemkomdigi Kaji Aturan Wajib Registrasi Akun Media Sosial Menggunakan Nomor Ponsel
• 4 jam lalumatamata.com
thumb
Harga Emas Antam Dijual Rp2,764 Juta, Buyback Merosot Rp7.000/Gram
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
IHSG Turun, Purbaya Klaim Ekonomi Indonesia Masih Solid
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dari Sebungkus Sabu Terbongkar Gudang Narkoba Jaringan Internasional di Bekasi
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Komisi III soal Kapolda Metro Jadi Komjen: Sangat Baik, Tanggung Jawabnya Besar
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.