Publik mendesak pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk mengakui masalah ekonomi Indonesia di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD/IDR) saat ini berada di kisaran Rp17.659–Rp17.677 per dolar AS pada perdagangan pasar spot hari Senin (18/5/2026).
Netizen dengan akun X @ardisatriawan meminta pemerintah segera mengakui kondisi ekonomi yang sebenarnya agar masyarakat lebih tenang dan solusi segera ditemukan.
“Kalo pemerintah ga denial dan mengakui ada masalah, kita bisa lebih tenang. Minimal mereka memikirkan solusinya buat mengatasi ini,” tulis Ardianto Satriawan, dikutip Senin (18/5).
Ia juga menyinggung sejumlah pernyataan Presiden Prabowo yang dinilai menutup-nutupi kondisi ekonomi. “Ini malah ‘Rakyat desa gak pake Dollar kok’, ‘Selama Purbaya masih senyum, tenang aja’,” imbuhnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyebut bahwa masyarakat di desa tidak banyak menggunakan dolar AS dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Pernyataan tersebut disampaikan saat meresmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Sabtu (16/5/2026), sebagai tanggapan atas tudingan sejumlah pihak yang menilai pelemahan rupiah terhadap dolar berpotensi menimbulkan krisis.
"Saya yakin sekarang ada yang selalu entah apa saya tidak mengerti. Sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan chaos, akan apa. Rupiah begini, dollar begini, orang rakyat di desa enggak pakai dollar kok," ungkapnya.
Baca Juga: IHSG Longsor, Rupiah Melemah: Omongan Prabowo dan Serangan Media Asing Jadi Sorotan
Baca Juga: IHSG Longsor, Dolar Naik: Prabowo Disebut Adu Domba Desa vs Kota
Kemudian saat meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Prabowo menegaskan kondisi keuangan negara masih aman.
“Purbaya sekarang populer banget. Selama Purbaya bisa senyum, tenang aja. Nggak usah khawatir-khawatir itu,” ucapnya.





