FAJAR, MAKASSAR — Bunda Literasi Kota Makassar, Melinda Aksa, menghadiri talkshow literasi dalam rangka Hari Buku Nasional Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Universitas Hasanuddin, Senin (18/5/2026).
Kegiatan bertema “Penguatan Budaya Literasi Akademik di Era Transformasi Digital” tersebut menghadirkan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, sebagai keynote speaker bersama sejumlah pegiat literasi dan akademisi.
Kehadiran Melinda yang juga merupakan Bunda PAUD Kota Makassar menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan budaya membaca dan pengembangan literasi sejak usia dini di Kota Makassar.
Dalam kesempatan tersebut, Melinda turut memperkenalkan buku anak bertajuk Jelajah Hijau di Pantai Losari, karya literasi yang mengangkat edukasi lingkungan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan anak-anak.
Menurutnya, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga membangun imajinasi, karakter, dan kepedulian sosial anak sejak dini.
“Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat dan rasakan setiap hari. Karena itu, buku juga harus mampu menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus menanamkan nilai kepedulian sejak kecil,” ujarnya.
Melinda menjelaskan, buku Jelajah Hijau di Pantai Losari hadir sebagai media edukasi yang mengenalkan kebiasaan baik kepada anak melalui cerita sederhana dan kontekstual dengan kehidupan di Kota Makassar.
Ia menilai anak-anak perlu tumbuh bersama bacaan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga relevan dengan lingkungan dan budaya tempat mereka tinggal.
Selain memperkenalkan karya literasi anak, Melinda juga menyambut baik gagasan Wali Kota Makassar yang mendorong ASN memiliki karya tulis berupa buku sebagai bagian dari penguatan budaya literasi di lingkungan pemerintah.
Menurutnya, gerakan literasi akan semakin kuat apabila melibatkan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, kampus, komunitas, hingga keluarga.
“Literasi adalah investasi jangka panjang bagi masa depan anak-anak kita. Ketika anak dekat dengan buku sejak dini, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang lebih kreatif, kritis, dan peduli terhadap sekitarnya,” tuturnya.
Melalui momentum Hari Buku Nasional 2026, Melinda berharap semangat literasi di Kota Makassar terus tumbuh dan mampu melahirkan lebih banyak karya literasi lokal yang edukatif serta mudah diakses oleh anak-anak dan keluarga.





