Dandim Kediri Bantah Video Oknum TNI dan ASN Bahas Proyek KDKMP: Hoaks

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Komandan Kodim 0809/Kediri, Dhavid Nur Hadiansyah, membantah video yang memperlihatkan oknum TNI dengan oknum ASN tengah membahas proyek Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Kediri, Jawa Timur.

Nur Hadiansyah mengatakan video tersebut hoaks.

"Saya nyatakan video itu tidak benar. Tidak ada jual beli di KDKMP Kediri. Sehingga saya mengambil langkah-langkah atas video tersebut. Kami langsung mengumpulkan seluruh staf saya, para Danramil dan awak media untuk menjelaskan bahwa video itu tidak benar, bahwa video itu hoaks," kata Dhavid kepada wartawan, Senin (18/5).

Dhavid menyampaikan, selama ini dirinya tidak pernah memiliki hubungan ataupun komunikasi terkait dugaan jual beli proyek KDKMP tersebut.

"Selama saya menjabat lima bulan sebagai Dandim Kediri, saya tidak pernah berhubungan dengan ibu ASN tersebut, apalagi menerima fee dari program ini," ucapnya.

Ia mengatakan, KDKMP bukan proyek komersil seperti yang dinarasikan dalam video. Dalam pelaksanaannya, pemeran daerah bertugas menyediakan lahan. Sementara, Kodim bertanggung jawab pada pembangunan fisik dengan sistem padat karya.

Sedangkan anggaran program berada di bawah pengelolaan Agrinas dengan penanggung jawab Wakil Panglima TNI.

"Saya selaku kepala kegiatan Satgas KDKMP di bawah Agrinas, Danramil sebagai koordinator unit, dan Babinsa sebagai kepala unit. Kami setiap hari turun langsung ke lokasi. Tidak ada intervensi dari ASN maupun pihak lain," ujarnya.

Dhavid menyayangkan adanya pihak yang telah mencatut nama TNI. Ia mengatakan siap mengambil langkah hukum apabila ditemukan unsur penyebaran informasi palsu.

"Saya sangat tidak terima apabila ada Babinsa saya dibuat seperti itu. Kalau memang itu benar, saya siap dimintai keterangan. Tapi apabila itu salah, akan saya cari orangnya, apa maksud dari video yang tersebar itu," kata dia.

Dhavid meminta masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi viral yang belum jelas sumber dan kebenarannya.

"Kami mohon kepada masyarakat dan rekan-rekan media agar bijak bermedia sosial. Kalau ada informasi seperti itu, silakan konfirmasi terlebih dahulu kepada kami," ujar dia.

"Semoga klarifikasi kami ini bisa diterima. Untuk siapapun yang mengunggah atau menyebarkan ulang video tersebut, kami mohon lakukan klarifikasi terlebih dahulu sebelum membagikannya," tambahnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komisi III DPR RI Minta Laporan Erin Terhadap Herawati Tak Diproses
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Karnaval SCTV 2026 Dongkrak Ekonomi Warga Jember
• 10 jam lalueranasional.com
thumb
Miami juara FIBA 3x3 World Tour Zadar usai tekuk Amsterdam
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
IHSG Hari Ini Dibuka Melemah 1,40 Persen ke 6.628, Tertekan Sentimen Global
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
MotoGP Catalunya 2026: Joan Mir Kena Penalti, Honda Batal Naik Podium
• 7 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.