Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksi tekanan terhadap nilai tukar rupiah akan mulai melandai pada pertengahan pekan ini.
IDXChannel – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksi tekanan terhadap nilai tukar rupiah akan mulai melandai pada pertengahan pekan ini. Optimisme tersebut didorong dengan mulai berjalannya strategi intervensi pemerintah di pasar surat utang serta masuknya kembali aliran modal asing.
Purbaya menilai melandainya tekanan pada pasar obligasi negara (bond market) akan menjadi katalis positif pada penguatan mata uang domestik dalam beberapa hari ke depan.
“Saya pikir pertengahan minggu ini juga sudah mulai berkurang. Pemerintah sudah masuk ke bond market sedikit-sedikit, asing juga sudah mulai masuk sehingga tekanan di bond mestinya berkurang. Biasanya kalau tekanan di bond berkurang, sentimen negatif juga berkurang ke nilai tukar," kata Purbaya ke awak media di Istana Kepresidenan, Senin (18/5/2026).
Pada kesempatan itu, Purbaya juga memberikan bocoran bahwa kinerja fiskal Indonesia hingga bulan lalu atau April 2026 mencatatkan performa yang sangat impresif. Data resmi tersebut rencananya akan dipaparkan secara detail kepada publik pada esok hari.
"Yang penting gini, besok akan ada APBN Kita, laporan APBN kita sampai April. Itu hasilnya bagus, pasti di luar perkiraan para-para pengamat itu. Jadi fondasi kita memang betul-betul bagus jadi Anda nggak usah khawatir,” ujarnya.
Purbaya juga meluruskan kabar yang beredar di sela-sela acara penyerahan pesawat di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, mengenai apakah Presiden Prabowo Subianto sempat menanyakan secara khusus perkembangan kurs dolar AS kepadanya.
“Oh nggak, nggak. Saya bercanda nggak. Bercanda, saya dikasih minum aja enak,” ujar Purbaya sembari berseloroh.
Berdasarkan data Bloomberg pada penutupan Senin sore (18/5/2026), mata uang Garuda bertengger di level Rp17.667 per USD.
Posisi tersebut mencerminkan pelemahan sekitar 0,40 persen jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan pekan lalu yang berada di level Rp17.597 per USD.
Bahkan, di pasar spot intra-hari, rupiah sempat tertekan lebih dalam hingga menyentuh level kisaran Rp17.660 per USD akibat kombinasi tingginya permintaan valas musiman di dalam negeri serta bertahannya sentimen suku bunga tinggi (higher for longer) dari Bank Sentral AS.
(NIA DEVIYANA)





