Luruskan Pernyataan Presiden Prabowo terkait Desa Tak Pakai Dolar AS, Begini Kata Menkeu Purbaya

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pernyataan Presiden tersebut sebelumnya sempat memicu diskusi hangat di ruang publik.

Luruskan Pernyataan Presiden Prabowo terkait Desa Tak Pakai Dolar AS, Begini Kata Menkeu Purbaya

IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meluruskan mengenai Presiden Prabowo Subianto yang menyebut masyarakat di pedesaan tidak menggunakan mata uang Dolar AS sehingga tidak terdampak langsung oleh gejolak nilai tukar.

Pernyataan Presiden tersebut sebelumnya sempat memicu diskusi hangat di ruang publik.

Baca Juga:
Gubernur BI Optimistis Rupiah Menguat di Juli-Agustus 2026, Begini Strateginya

Purbaya menegaskan bahwa pernyataan kepala negara harus dilihat berdasarkan lokalisasi konteks wilayah penuturannya, dan bukan berarti mengecilkan pemahaman ekonomi makro.

“Konteksnya begini, itu kan bicara di pedesaan. Konteksnya di situ untuk orang sana. Bukan berarti Pak Presiden nggak ngerti Rupiah, dia kan jago beneran. Jadi konteksnya seperti itu,” kata Purbaya kepada awak media di Istana Kepresidenan, Senin (18/5/2026).

Baca Juga:
BI Optimistis Rupiah Kembali Stabil di Juli 2026 dengan Rata-rata Rp16.500 per Dolar AS

Adapun mengenai potensi rambatan inflasi dari barang impor (imported inflation) yang bisa ikut memukul daya beli masyarakat desa akibat pelemahan Rupiah, Purbaya menilai dampaknya tidak sepotensial narasi yang berkembang di masyarakat.

“Emang mereka ngerti imported inflation? Berapa ngerti kalau mereka dijelasin? Imported inflation secara teoritis nggak terlalu signifikan," kata Purbaya.

Baca Juga:
Soal Rupiah, Purbaya Tegaskan Kondisi RI Beda dengan Krisis 1998

Purbaya menambahkan bahwa dalam literatur akademis ekonomi, konsep inflasi bawaan dari luar negeri ini masih kerap menjadi perdebatan teoretis dan tidak serta-merta langsung mengubah struktur harga di tingkat terbawah.

Baca Juga:
Purbaya Proyeksi Tekanan pada Rupiah Mereda Pekan Ini, Bocorkan Rapor APBN April Bagus

"Kalau kamu baca buku-buku ekonomi. Kadang-kadang jelas, kadang-kadang nggak. Sebagian meragukan adanya imported inflation. Itu kan bahasa populer kan. Coba selama ini itu pasti ada delay dan kadang-kadang juga hilang," kata Purbaya

"Jadi itu kalau di buku-buku, kadang-kadang buku teks ya yang betul ya, kadang-kadang ada, kadang-kadang nggak, kadang-kadang ada yang meragukan gitu,” lanjut Purbaya. 

Perlu diketahui, sorotan publik dalam beberapa hari terakhir terkait petikan pidato Presiden Prabowo Subianto. 

Di tengah momentum pelemahan nilai tukar Rupiah yang sempat menembus level Rp17.600 per Dolar AS, Presiden dalam sebuah forum menyatakan bahwa masyarakat di pedesaan tidak perlu ikut panik karena aktivitas ekonomi sehari-hari mereka murni menggunakan Rupiah dan tidak bersentuhan langsung dengan Dolar AS.

Pernyataan itu disorot oleh masyatakat karena dinilai mengabaikan jalur transmisi ekonomi.  Publik berargumen bahwa desa tetap dapat terkena imbas pelemahan Rupiah lewat kenaikan harga barang-barang konsumsi maupun input pertanian yang masih bergantung pada pasokan impor, seperti komponen pupuk kimia, bahan bakar, hingga beberapa komoditas pangan pokok. 

Melalui penjelasan ini, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tetap memitigasi risiko ekonomi namun penyampaian Presiden lebih bersifat menenangkan masyarakat di daerah.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wali Kota Makassar Gandeng Sinar Jaya Bahas Bus Kota Terintegrasi Jalur Kampus
• 3 jam laluterkini.id
thumb
Kantor Imigrasi Surabaya Gagalkan Keberangkatan 18 Calon Haji Ilegal
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Daftar Harga Mobil Listrik BYD Indonesia 18 Mei 2026, Atto 1 hingga Denza
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Malaysia Tetapkan Idul Adha 1447 Hijriah Jatuh pada 27 Mei 2026
• 18 jam lalupantau.com
thumb
IHSG Masih Terjebak Fase Bearish, Ini Rekomendasi Saham dari Analis
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.