Jakarta: Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia memastikan pihaknya terus memantau dan menindaklanjuti kasus pembajakan kapal MT Ander 25.
Juru Bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela menyatakan bahwa kementerian bersama Perwakilan RI terus menjalin koordinasi intensif dengan berbagai pihak, baik di dalam maupun luar negeri.
Baca Juga :
KBRI Nairobi Intensifkan Koordinasi untuk Bebaskan 4 ABK WNI di Somalia"Berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, dapat kami sampaikan bahwa kondisi kru WNI tersebut dalam keadaan yang sehat, kebutuhan logistik mereka terpenuhi, dan gaji mereka tetap dibayarkan," ungkap Nabyl dalam keterangan videonya.
Selain memantau kondisi para sandera di lapangan, pemerintah melalui kerja sama antara Kemlu dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga terus memberikan pendampingan psikologis dan informasi kepada pihak keluarga korban.
Nabyl menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan family engagement secara langsung untuk menegaskan komitmen negara dalam mengupayakan langkah pelindungan terbaik bagi WNI di luar negeri.
Terkait proses pembebasan para kru, Nabyl mengungkapkan bahwa proses negosiasi hingga detik ini masih terus berjalan.
Perundingan intensif tersebut melibatkan kolaborasi antara pemerintah setempat, pihak manajemen kru (crew management), serta berbagai pihak terkait lainnya dengan kelompok yang berada di Somalia.
"Besar harapan agar proses ini dapat berlangsung dan selesai dalam tempo yang tidak terlalu lama," tutur Nabyl.
Ia juga menambahkan bahwa pihak Kementerian Luar Negeri beserta Perwakilan RI akan terus memantau situasi dan segera menyampaikan perkembangan informasi lebih lanjut terkait kasus pembajakan kapal MT Ander 25 ini kepada publik pada kesempatan pertama.




