JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer alias Noel meluapkan kekecewaannya di sela menjalani sidang tuntutan dalam perkara dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Noel mengaku kecewa dengan proses hukum yang kini dihadapinya.
Ia bahkan menyatakan penyesalan pernah menjabat sebagai wakil menteri.
“Saya menyesal sekali menjadi wakil menteri,” kata Noel, di jeda persidangan, Senin (18/5/2026).
Penyesalan itu disampaikan Noel karena menurutnya tuntutan jaksa tidak mempertimbangkan fakta-fakta yang terungkap selama persidangan.
“Ya hari ini mengerikan sekali ya tuduhan jaksa tanpa melihat fakta-fakta persidangan,” ujar Noel.
Ia menyoroti tuduhan yang menurutnya dibangun berdasarkan asumsi semata.
“Kalau semua didasarkan oleh asumsi, semua bisa ditangkap se-Republik ini,” ujar dia.
Noel kemudian membandingkan perannya selama menjabat di Kementerian Ketenagakerjaan dengan lembaga antirasuah.
Ia mengeklaim lebih banyak menyelamatkan uang rakyat.
Baca juga: Noel Sakit Gigi Jelang Sidang Tuntutan: Kayak Digebukin
Dia mencontohkan pernah melakukan pembebasan ijazah pekerja yang ditahan saat dirinya menjabat.
“Satu ijazah pramugari itu minta tebusan Rp 40 juta. Kalau 10.000 orang, berapa? Rp 400 miliar yang saya selamatkan,” ujar dia.
“KPK dengan saya, lebih banyak menyelamatkan duit rakyat itu saya, bukan KPK. Kita adu saja KPK dengan saya,” kata dia.
Menurut Noel, uraian tuntutan jaksa dipenuhi tuduhan yang dinilainya memaksakan.
“Ya hari ini jujur, saya marah sekali lah ya, marah sekali dengan kalau seandainya kita lihat dari uraian tuntutan JPU tadi itu menurut saya mengerikan sekali gitu loh,” tutur dia.
Saat ditanya kondisi kesehatannya usai persidangan, Noel menjawab dengan nada bercanda.