jpnn.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta bersuara keras menyikapi kabar Israel menangkap ratusan aktivis, termasuk dua jurnalis dari Republika, dalam operasi pencegatan armada bantuan kemanusiaan yang tengah menuju Jalur Gaza di perairan internasional.
"Saya mengecam ulah Israel ini," kata dia melalui layanan pesan, Senin (18/5).
BACA JUGA: Legislator Usul Gibran Berkantor di IKN Biar Infrastruktur Tak Sia-Sia
Sukamta mendukung pemerintah Indonesia bisa lebih tegas berbicara ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membebaskan aktivis serta jurnalis.
"Saya mendukung pemerintah RI lebih tegas untuk mendesak DK PBB dan AS melobi Israel agar membebaskan para aktivis dan jurnalis Republika tersebut," kata dia.
BACA JUGA: Rupiah Loyo, Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tenang Saja
Legislator fraksi PKS itu menyebutkan Israel seharusnya menghormati proses perundingan damai dengan tidak melakukan manuver yang kontraproduktif.
Sukamta mencatat saat ini berbagai pihak berupaya meredam konflik Palestina vs Israel dan AS beserta negara Zionis melawan Iran.
BACA JUGA: Purbaya Beberkan Maksud Ucapan Prabowo soal Dolar, Oalah
"Israel memang memiliki track record yang buruk soal kepatuhan terhadap perjanjian dan hukum internasional," kata dia.
Sukamta mengingatkan posisi jurnalis dan petugas kemanusiaan dilindungi oleh Piagam PBB ketika sebuah kawasan didera konflik atau perang.
Namun, kata dia, Israel belakangan malah menangkap dua jurnalis Republika bersama rombongan aktivis yang ingin membuka blokade kemanusiaan ke Palestina.
"Instrumen hukum internasional yang ada sudah seharusnya sudah cukup untuk mendesak Israel membebaskan para aktivis dan jurnalis serta membuka blokade bantuan kemanusiaan" kata legislator Dapil Yogyakarta itu.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional.
"Tindakan ini pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza," demikian pernyataan Andi dikutip Senin (18/5).
Dia menuturkan kapal yang dicegat Israel bukan membawa senjata, melainkan obat-obatan dan bantuan logistik untuk warga sipil Palestina.
Andi mengkonfirmasi kabar dua jurnalis Republika, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai berada dalam kapal tersebut.
"Kami berdiri bersama para sukarelawan kemanusiaan dunia dan kami menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional," kata dia.(ast/jpnn)
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Aristo Setiawan




