Secercah harapan mulai terlihat dari wajah mungil Maulana (1,5 tahun), balita korban dugaan kekerasan oleh ayah kandungnya di Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar dan mendapat perhatian dari tim Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, kondisi Maulana kini perlahan membaik.
Saat dikunjungi Tim Andre Rosiade, Senin (18:5/2026) di ruang perawatan, Maulana tampak mulai kembali menunjukkan tingkah khas balita seusianya. Bocah kecil itu terlihat lebih aktif, menghampiri para pengunjung dan meminta digendong. Pemandangan tersebut menjadi kabar menggembirakan di tengah luka fisik dan trauma yang sebelumnya dialami korban.
Kepala RS Bhayangkara Polda Sumbar Kompol Harry Andromeda mengatakan kondisi Maulana saat ini jauh lebih baik dibanding saat pertama kali dibawa ke rumah sakit. “Sekarang kondisinya sudah mulai sehat dan ceria. Anaknya sudah mulai makan banyak, sudah makan biskuit,” ujar Harry saat ditemui di RS Bhayangkara, Senin (18/5/2026).
Harry mengungkapkan, ketika pertama kali tiba di rumah sakit, kondisi korban sangat memprihatinkan, termasuk dari sisi kebersihan dan perawatan tubuh. Namun setelah mendapat penanganan medis dan pendampingan intensif, kondisi Maulana kini mulai bersih dan terawat “Waktu masuk ke rumah sakit, kebersihannya kurang. Sekarang sudah baik,” katanya.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya sejumlah luka serius di tubuh korban. Luka-luka tersebut diduga akibat kekerasan yang dilakukan berulang kali. “Ada bekas gigitan di mana-mana, di badan, di tangan, di kaki. Ada juga siraman air panas di kaki kanan dan bekas puntung rokok di kelamin,” ungkap Harry.
Ibu korban, Desminar, mengaku dugaan penganiayaan terhadap anaknya telah berlangsung berulang kali selama dirinya berada di kampung halaman di Mentawai selama sekitar tiga bulan. Saat kembali ke Padang sekitar sebulan lalu, ia mendapati anaknya kerap menjadi sasaran kekerasan suaminya sendiri.
“Saya sempat melarang, tapi malah saya yang dipukul dan dihardik,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Menurut Desminar, suaminya diduga kerap melakukan kekerasan ketika sedang “naik” atau membutuhkan narkoba. Tidak hanya Maulana, dirinya pun beberapa kali menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). “Kadang saya juga kena sasaran. Saya pernah langsung lihat Maulana digigit, waktu saya larang malah saya yang dimarahi,” ujarnya.
Kasus memilukan ini sebelumnya terungkap setelah seorang tetangga korban melaporkan dugaan kekerasan tersebut ke Polresta Padang pada Sabtu (16/5/2026). Polisi bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga.
Kehadiran Tim Andre Rosiade yang ikut memberi perhatian dan pendampingan kepada korban pun mendapat apresiasi dari keluarga. Dukungan moril tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi Maulana untuk pulih sepenuhnya dan kembali menjalani masa kecil yang seharusnya penuh kasih sayang, bukan kekerasan.
Selain memberikan pendampingan, Andre Rosiade juga menyalurkan bantuan santunan sebesar Rp10 juta untuk Maulana. Bantuan tersebut diserahkan oleh Wakil Ketua DPD Gerindra Sumbar Nurhaida, kepada ibu korban, Desminar, saat menjenguk Maulana di RS Bhayangkara Polda Sumbar, Senin (18/5/2026).
“Penyerahan bantuan ini dilakukan atas arahan langsung dari ketua kami, Andre Rosiade. Semoga bantuan yang diberikan ini bisa memberikan manfaat untuk kebutuhan Maulana,” ujar Nurhaida yang turut didampingi Wakil Sekretaris DPD Gerindra Sumbar Zulkifli bersama dua staf, Rina Syintia dan Felda.
Andre Rosiade mengaku sangat prihatin dan terpukul melihat kondisi Maulana yang menjadi korban dugaan kekerasan oleh ayah kandungnya sendiri. Andre menegaskan, tidak ada satu pun anak yang pantas menerima perlakuan keji seperti itu, terlebih di usia balita yang seharusnya mendapat kasih sayang dan perlindungan penuh dari keluarga.
“Kami sangat sedih melihat kondisi Maulana. Anak sekecil itu harus menanggung luka fisik dan trauma yang berat. Semoga Maulana cepat pulih dan bisa kembali ceria seperti anak-anak lainnya. Kami juga berharap aparat memproses kasus ini dengan tegas agar memberi efek jera,” kata Andre.
Andre juga berharap kasus serupa tidak kembali terjadi di Sumatera Barat. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan berani melapor jika menemukan dugaan kekerasan terhadap perempuan maupun anak.
“Jangan takut melapor kalau melihat ada kekerasan dalam rumah tangga atau terhadap anak. Jangan sampai ada lagi korban KDRT dan kekerasan anak di Sumbar. Anak-anak harus tumbuh dengan cinta dan rasa aman, bukan dengan ketakutan,” ujarnya.





