JAKARTA, KOMPAS.TV - Anggota Komisi XI DPR RI, Andreas Eddy Susetyo mengingatkan potensi tekanan besar terhadap pasar keuangan domestik pada akhir Mei 2026, termasuk ancaman capital outflow atau arus modal keluar dari Indonesia.
Adapun pada 29 Mei 2026, enam saham asal Indonesia akan resmi dikeluarkan dari daftar MSCI Global Standard Index.
Peringatan itu disampaikan Andreas dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan jajaran Dewan Gubernur BI.
“Yang perlu diwaspadai sekarang adalah 29 Mei, karena akan ada banyak saham keluar dari Indonesia dengan proyeksi capital outflow yang sangat signifikan,” kata Andreas dikutip dari Breaking News Kompas TV, Senin (18/5/2026).
Baca Juga: Respons soal Rupiah Melemah, Purbaya: Enggak Usah Takut, Fundamental Ekonomi Kita Bagus!
Menurut Andreas, tekanan terhadap rupiah dan pasar keuangan tidak hanya dipicu faktor fundamental ekonomi, tetapi juga faktor psikologis pasar dan persepsi investor.
Andreas menilai fenomena masyarakat memborong dolar AS menunjukkan sentimen pasar yang sedang negatif.
Ia menyebut pendekatan berbasis fundamental ekonomi saja tidak cukup untuk meredam gejolak pasar.
“Selama ini pendekatan yang dilakukan masih berbasis angka-angka fundamental ekonomi. Padahal faktor psikologis pasar juga sangat penting dan tidak boleh diremehkan,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia meminta seluruh otoritas ekonomi, termasuk BI dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memperkuat komunikasi publik guna menjaga kepercayaan pasar.
Penulis : Dina Karina Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- nilai tukar rupiah
- komisi xi dpr
- capital outflow
- msci global index
- emiten
- saham




